Jawa Pos Radar Madiun - Ratusan ribu wisatawan diperkirakan memadati wilayah Spanyol untuk menyaksikan gerhana matahari total pada Rabu.
Fenomena langka tersebut menjadikan sejumlah wilayah di Spanyol sebagai lokasi favorit untuk melihat gerhana, tetapi kedatangan wisatawan dalam jumlah besar juga menimbulkan kekhawatiran baru: meningkatnya risiko kebakaran hutan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering.
Menteri Lingkungan Spanyol, Sara Aagesen, memperingatkan bahwa kondisi vegetasi saat ini sangat mudah terbakar.
Saat mengunjungi Niebla di bagian selatan Spanyol, ia mengatakan, “The vegetation is extraordinarily dry and the smallest spark or carelessness could lead to devastating forest fires.”
Peringatan tersebut muncul setelah gelombang panas dan minimnya hujan membuat sejumlah wilayah Spanyol menghadapi kondisi yang mendukung terjadinya kebakaran.
Dalam beberapa pekan terakhir, kebakaran bahkan telah melanda area luas di berbagai wilayah, termasuk kebakaran besar di sebelah barat Madrid.
1,5 Juta Perjalanan Kendaraan Diperkirakan Terjadi
Lonjakan wisatawan diperkirakan tidak hanya memenuhi tempat penginapan, tetapi juga meningkatkan kepadatan lalu lintas.
Kepolisian memperkirakan sekitar 1,5 juta perjalanan tambahan menggunakan kendaraan akan berlangsung pada Rabu.
Situasi ini menjadi perhatian karena kemacetan di daerah pedesaan berpotensi menghambat kendaraan pemadam kebakaran dan layanan darurat jika terjadi kebakaran.
Untuk mengurangi risiko, pemerintah Spanyol memberlakukan sejumlah aturan. Kendaraan dilarang berhenti di bahu jalan maupun lokasi yang berdekatan dengan vegetasi kering. Aktivitas seperti membuat barbeku dan menyalakan kembang api juga dilarang.
Langkah pencegahan tersebut menjadi semakin penting karena banyak wisatawan diperkirakan mencari lokasi terbuka seperti perbukitan dan pantai agar mendapatkan pandangan terbaik terhadap gerhana.
Spanyol Jadi Salah Satu Lokasi Terbaik Melihat Gerhana
Spanyol termasuk salah satu wilayah terbaik di Eropa untuk menyaksikan gerhana matahari total. Kementerian Keuangan Spanyol memperkirakan sekitar 460.000 wisatawan asing akan datang secara khusus untuk melihat fenomena tersebut.
Antusiasme terhadap gerhana bahkan sudah terlihat jauh sebelum hari pelaksanaan. Penginapan di kota-kota kecil dan desa yang berada di jalur gerhana telah dipesan selama berbulan-bulan.
Sejumlah warga di Amerika Serikat bahkan dilaporkan menawarkan pertukaran rumah demi mendapatkan tempat menginap di desa-desa Castilla y León, salah satu wilayah dengan lokasi pengamatan terbaik.
Gerhana akan melewati wilayah Spanyol dalam jalur selebar sekitar 200 kilometer, membentang dari A Coruña di barat laut hingga Mallorca di kawasan Mediterania.
Baca Juga: Jadwal Liga Inggris 2026-2027 Pekan Pertama: Arsenal Jamu Coventry, MU Ditantang Hull City
Valencia Tutup Taman Alam
Sejumlah pemerintah daerah mengambil langkah tambahan untuk mengantisipasi kepadatan dan risiko kebakaran.
Wilayah Valencia memutuskan menutup taman-taman alam serta melarang aktivitas berjalan kaki di sejumlah jalur pedesaan sebagai tindakan pencegahan.
Kondisi cuaca juga menjadi alasan kuat di balik kewaspadaan tersebut. Badan meteorologi nasional Spanyol, AEMET, menyatakan bahwa Juli menjadi salah satu bulan Juli terpanas di wilayah Spanyol daratan sejak pencatatan dimulai pada 1961.
Bukan hanya suhu yang menjadi masalah. Curah hujan pada Juli juga tercatat sangat rendah. Hanya 4,3 milimeter hujan yang turun sepanjang bulan tersebut, atau sekitar 26% dari curah hujan normal untuk periode yang sama.
Kondisi panas dan kering ini membuat vegetasi lebih mudah terbakar dan meningkatkan potensi kebakaran ketika jumlah manusia di area terbuka meningkat.
Ancaman Kebakaran Bukan Satu-Satunya Kekhawatiran
Selain kebakaran, pemerintah Spanyol juga mengingatkan masyarakat mengenai risiko terhadap kesehatan mata saat mengamati gerhana.
Rumah sakit telah bersiap menghadapi kemungkinan kasus kerusakan mata akibat orang melihat langsung ke arah matahari tanpa menggunakan kacamata pelindung yang sesuai.
Kacamata khusus untuk melihat gerhana telah dibagikan secara gratis di berbagai wilayah.
Namun, enam merek kacamata kemudian ditarik setelah dinilai tidak aman oleh organisasi konsumen FACUA.
Jesús Merayo Lloves, kepala Fernández-Vega Ophthalmology Research Institute, mengingatkan masyarakat untuk menggunakan kacamata pelindung sebelum, selama, dan setelah gerhana.
Menatap matahari secara langsung dapat menyebabkan kerusakan mata yang tidak dapat dipulihkan.
Baca Juga: Megawati Hangestri Digembleng Hyundai Hillstate, Fans Salah Fokus Jersey
NASA Siapkan Pengamatan dari Desa Terpencil
Besarnya perhatian terhadap gerhana juga terlihat dari keterlibatan NASA. Badan antariksa Amerika Serikat tersebut memasang empat teleskop berdaya tinggi di dekat sebuah gereja bergaya Romanesque di Villalibado, sebuah desa kecil di barat laut Spanyol.
NASA memilih lokasi tersebut setelah melakukan pencarian selama hampir satu tahun untuk menemukan tempat yang dianggap ideal untuk mengamati gerhana.
Villalibado sendiri pernah ditinggalkan selama puluhan tahun sebelum akhirnya dipulihkan dan dikembangkan menjadi destinasi wisata.
Dari lokasi tersebut, NASA akan menyiarkan langsung gerhana dan diperkirakan dapat menjangkau lebih dari 10 juta penonton.
Di tengah antusiasme besar masyarakat terhadap fenomena langit tersebut, pemerintah kini menghadapi tantangan untuk menjaga agar perayaan gerhana tidak berubah menjadi bencana.
Dengan kondisi lingkungan yang sangat kering dan jumlah pengunjung yang melonjak, kewaspadaan menjadi kunci agar gerhana matahari total dapat dinikmati dengan aman. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Sumber : The Guardian