Mantan Marinir AS Dibebaskan Rusia Setelah Kondisinya Memburuk, Trump Ungkap Permintaan Tak Biasa

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:00 WIB

 

Robert Gilman dalam penerbangannya pulang dari Rusia ke AS (BBC)
Robert Gilman dalam penerbangannya pulang dari Rusia ke AS (BBC)

Jawa Pos Radar Madiun - Setelah bertahun-tahun berada di balik jeruji penjara Rusia, Robert Gilman akhirnya berada dalam perjalanan pulang ke Amerika Serikat.

Mantan anggota Korps Marinir AS itu dibebaskan setelah kondisi kesehatannya dilaporkan sangat buruk.

Ia kini didampingi sang ibu, dokter, serta sejumlah pejabat pemerintahan dalam penerbangan menuju AS.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembebasan Gilman setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Trump mengatakan Rusia menyetujui pembebasan tersebut atas dasar kemanusiaan dan menegaskan bahwa tidak ada pertukaran tahanan yang dilakukan.

"After my discussions with President Vladimir Putin, Russia has agreed to release him, very much on a Humanitarian Basis," tulis Trump di Truth Social.

Gilman diperkirakan tiba pada Rabu pagi di sebuah rumah sakit militer AS di Texas. Di sana, ia akan menjalani pemeriksaan sekaligus mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Baca Juga: Mayat Membusuk Ditemukan di Bawah Jembatan Resogati Madiun, Identitas Misterius

Kondisi Gilman Memburuk Selama di Penjara

Gilman, yang berasal dari Massachusetts, pertama kali ditangkap Rusia pada 2022 setelah dituduh menendang seorang polisi ketika berada di dalam kereta menuju Moskow. Saat kejadian, ia dilaporkan berada dalam kondisi mabuk.

Ia kemudian dijatuhi hukuman penjara selama tiga setengah tahun. Namun, masa hukumannya bertambah setelah ia kembali dinyatakan bersalah karena menyerang petugas penjara. Hukuman Gilman akhirnya meningkat menjadi 10 tahun penjara.

Selama berada dalam tahanan, kondisi fisiknya dan mentalnya semakin memburuk.

Ia bahkan dipindahkan dari penjara ke rumah sakit sipil Rusia setelah mengalami kondisi seperti katatonia.

Menurut keluarganya, kondisi Gilman sempat berada dalam keadaan yang mengancam nyawa setelah mendapatkan perlakuan keras selama penahanan.

"The Russians treated my brother so badly. They hurt him for no reason, other than that he was both and American and a Marine," kata saudara perempuannya, Lexi Hudson.

Hudson juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Trump atas pembebasan kakaknya.

"I am so grateful to President Trump for saving my brother's life," ujarnya.

Sempat Mengalami Kondisi Tidak Responsif

Kieran Ramsey dari Global Reach, kelompok advokasi yang mewakili Gilman, mengatakan kepada Reuters bahwa pembebasan tersebut dilakukan karena Rusia menilai keputusan itu tidak akan mengurangi posisi geopolitiknya.

Menurut Ramsey, pembebasan Gilman merupakan tindakan kemanusiaan. Sementara itu, Senator Massachusetts Ed Markey turut membantu proses pembebasan tersebut.

Dalam keterangannya, Markey mengatakan Gilman didiagnosis sekitar 50 hari sebelumnya mengalami dissociative stupor, kondisi yang membuat seseorang tidak responsif, sulit berinteraksi, bahkan tidak mampu makan.

"Approximately 50 days ago, Robert was diagnosed with a dissociative stupor - a condition where he is non-responsive and unable to interact or eat."

Kondisinya disebut semakin serius selama menjalani hukuman di Rusia. Eric Lebson dari Global Reach mengatakan kepada CBS bahwa Gilman mengalami berbagai bentuk perlakuan buruk, termasuk sesi latihan fisik yang dapat berlangsung hingga 16 jam serta pemberian obat-obatan psikotropika.

Pada satu titik, menurut Lebson, kondisi Gilman bahkan begitu parah hingga ia membutuhkan selang makanan melalui hidung.

Baca Juga: Cara Cek Desil DTSEN dengan HP untuk Pastikan Sudah Terdaftar sebagai Calon Penerima Bansos

Trump: Gilman Ingin Cheeseburger

Setelah pembebasannya, Trump mengaku sempat berbicara langsung melalui telepon dengan Gilman.

Di tengah perjalanan pulang dan kondisi kesehatan yang masih memprihatinkan, Gilman ternyata memiliki satu permintaan sederhana.

"And he had one request, A GREAT cheeseburger when he lands. I will take care of that!" tulis Trump.

Trump juga mengatakan pemerintahannya menjadikan upaya membawa pulang warga Amerika yang ditahan di luar negeri sebagai salah satu prioritas.

"During my Administration, we have prioritised bringing home Americans detained abroad, and have done so at a level never seen before," tambahnya.

Lima Warga Amerika Lain Masih Ditahan

Pembebasan Gilman belum mengakhiri persoalan warga Amerika yang ditahan di Rusia. Global Reach menyebut masih ada lima warga Amerika yang berada di Rusia dan masing-masing menghadapi persoalan kesehatan.

Mereka adalah:

Aleksandr Antonov
David Barnes
Olga Jezler
Andre Khachatoorian
Chuck Zimmerman

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pemerintah tetap berupaya membawa pulang seluruh warga Amerika yang dianggap ditahan secara tidak adil.

"While we appreciate this positive step, we are still seeking the immediate return of all other unjustly detained Americans," tulis Rubio di X.

"The President will not stop until all unjustly detained Americans are home," lanjutnya.

Baca Juga: Warutunggal Magetan Satukan Pengajian dan Wayang, Rawat Iman sekaligus Budaya di Momen HUT ke-81 RI

Dari Marinir hingga Penjara Rusia

Gilman pernah bertugas di Korps Marinir AS selama sekitar satu tahun dan mengakhiri masa dinasnya pada Agustus 2020.

Kurang dari dua tahun kemudian, ia ditangkap di Rusia setelah insiden di kereta menuju Moskow.

Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi hukuman yang jauh lebih panjang setelah ia kembali dinyatakan bersalah atas dugaan penyerangan terhadap petugas penjara.

Kini, setelah hampir satu dekade dari total hukuman yang dijatuhkan kepadanya, Gilman meninggalkan Rusia dalam kondisi kesehatan yang serius dan menuju AS untuk mendapatkan perawatan.

Pembebasannya juga menjadi salah satu langkah terbaru dalam upaya pemerintahan Trump membawa pulang warga Amerika yang masih ditahan di luar negeri.

Namun, keberadaan lima warga Amerika lainnya di Rusia menunjukkan bahwa persoalan tersebut belum sepenuhnya selesai.

Fakta Penting
Nama: Robert Gilman
Kewarganegaraan: Amerika Serikat
Mantan anggota: US Marines
Ditangkap: 2022
Hukuman awal: 3,5 tahun
Hukuman kemudian: 10 tahun
Kondisi kesehatan: Dissociative stupor dan sempat dalam kondisi mengancam nyawa
Lokasi perawatan setelah tiba di AS: Rumah sakit militer di Texas
Warga Amerika lain yang masih ditahan di Rusia: 5 orang (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : BBC
Robert Gilman amerika serikat donald trump vladimir putin rusia