Jawa Pos Radar Madiun - Pantai biasanya menjadi tempat orang mencari hiburan saat musim panas. Namun, aktivitas sejumlah pemancing di Bay Head, New Jersey, justru membuat wali kota setempat waswas.
Mereka memancing hiu agar mendekat ke pantai untuk kemudian mengabadikan momen tersebut dan membagikannya di media sosial.
Wali Kota Bay Head, Bill Curtis, menilai kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko pertemuan antara predator laut dan para perenang.
Kekhawatiran itu muncul karena umpan yang digunakan pemancing dapat menarik hiu menuju perairan yang lebih dekat dengan kawasan pantai.
"It's not illegal to fish here. It's not illegal to fish for shark, but it is bringing in predators, they're looking for food and there's a lot of swimmers here," ujar Curtis.
Hiu Dipancing Mendekati Pantai demi Konten
Aktivitas tersebut menjadi perhatian setelah beredar sejumlah video di media sosial yang memperlihatkan orang-orang berinteraksi dengan hiu yang berhasil mereka tarik ke dekat daratan.
Salah satu video viral bahkan menunjukkan sekelompok orang menarik seekor bull shark sepanjang sekitar 8 kaki atau 2,4 meter hingga ke pantai. Setelah hiu berada di daratan, mereka mengambil foto sebelum melepaskannya kembali.
Bagi sebagian pemancing, aktivitas itu dianggap sebagai pengalaman yang menarik untuk diabadikan.
Namun, bagi pemerintah setempat, persoalannya bukan sekadar soal apakah hiu tersebut akhirnya dilepaskan atau tidak.
Yang menjadi perhatian adalah proses memancing predator tersebut hingga mendekati area yang digunakan banyak orang untuk berenang.
"Putting food in the water there for the fish to go after is just luring them closer to shore," kata Curtis.
Baca Juga: Banjir Besar Terjang Assam, Nenek 97 Tahun Diselamatkan dengan Rakit Batang Pisang
Bagaimana Pemancing Membawa Hiu ke Dekat Pantai?
Untuk mendapatkan hiu, sejumlah pemancing menggunakan teknik dengan membawa umpan ke perairan yang lebih dalam menggunakan perahu.
Setelah umpan dilepas, pemancing yang berada di pantai kemudian menarik hiu menggunakan alat pancing.
Dalam liputan CBS News, kru media mengikuti Captain John Schaible menggunakan perahu menuju lokasi sekitar 100 yard atau sekitar 91 meter dari garis pantai.
Di area dengan kedalaman sekitar 15 kaki atau 4,6 meter, para pemancing biasanya menempatkan umpan untuk menarik perhatian hiu.
Teknik tersebut memungkinkan hiu yang berada di perairan lebih dalam bergerak menuju umpan yang telah dipasang.
Setelah hiu mendekat, pemancing dapat menariknya menggunakan tali pancing dari pantai.
Pemancing Anggap Aktivitas Ini Tidak Berbahaya
Tidak semua pihak melihat aktivitas tersebut sebagai ancaman. Captain John Schaible menilai orang-orang yang melakukan kegiatan itu hanya ingin bersenang-senang dan mengabadikan pengalaman mereka bersama hiu.
"They are just having fun," kata Schaible. "They're not killing them. They're maybe taking a couple pictures with them and letting them go."
Menurutnya, hiu yang ditangkap tidak dimaksudkan untuk dibunuh. Setelah foto diambil, hewan tersebut dilepaskan kembali ke laut.
Namun, pandangan tersebut berbeda dengan kekhawatiran Curtis. Sang wali kota melihat keberadaan umpan sebagai faktor yang dapat mengubah perilaku hiu dan membuat predator tersebut bergerak lebih dekat ke kawasan yang dipenuhi perenang.
Baca Juga: Larangan Suporter Tandang di Super League Dicabut, tapi Ada Pengecualian
Wali Kota Minta Pemancing Lebih Memperhatikan Keselamatan
Curtis tidak mempermasalahkan keberadaan aktivitas memancing selama dilakukan secara bertanggung jawab.
Kekhawatirannya lebih berfokus pada dampak kegiatan tersebut terhadap orang lain yang sedang menikmati pantai.
"Common sense and consideration for everybody," ujar Curtis. "Everybody can coexist, just be a little careful with what you are doing."
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama bukan sekadar keberadaan hiu di perairan New Jersey. Interaksi manusia dengan predator laut menjadi lebih berisiko ketika dilakukan terlalu dekat dengan kawasan yang ramai oleh perenang.
Tren Media Sosial dan Risiko di Pantai
Video pertemuan dengan satwa liar dapat dengan mudah menarik perhatian di media sosial. Namun, popularitas sebuah konten tidak selalu berarti aktivitas di baliknya aman untuk ditiru.
Dalam kasus ini, kekhawatiran muncul karena konten yang menampilkan hiu dari jarak dekat berpotensi mendorong orang lain melakukan hal serupa tanpa memperhitungkan risiko.
Ketika umpan digunakan untuk menarik predator ke area dekat pantai, aktivitas tersebut juga dapat memengaruhi keselamatan orang-orang yang berada di sekitar perairan.
Menjelang berakhirnya musim panas, ketika aktivitas di pantai masih ramai, kekhawatiran tersebut menjadi semakin relevan.
Bagi Curtis, manusia dan satwa laut tetap dapat berbagi ruang selama setiap orang mempertimbangkan keselamatan bersama. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Sumber : CBS News