Jawa Pos Radar Madiun - Langit yang biasanya terang perlahan berubah ketika Bulan mulai menutupi Matahari.
Jutaan orang di Inggris dan berbagai wilayah Eropa menengadah ke langit untuk menyaksikan fenomena astronomi langka yang disebut sebagai gerhana matahari paling dramatis di Inggris dalam hampir 30 tahun.
Gerhana yang berlangsung pada Selasa (11/8/2026) tersebut membuat sebagian besar wilayah Inggris mengalami gerhana matahari parsial.
Di beberapa daerah, lebih dari 90% permukaan Matahari tertutup Bulan. Sementara itu, sejumlah wilayah seperti Greenland, Islandia, dan Spanyol berkesempatan menyaksikan gerhana matahari total.
Bulan Perlahan Menutupi Matahari
Fenomena tersebut mulai terlihat di Inggris sekitar pukul 18.00 waktu setempat di Skotlandia bagian utara dan beberapa menit sebelum pukul 18.20 di pesisir selatan Inggris. Pada awalnya, perubahan di langit nyaris tidak terasa.
Namun, seiring pergerakan Bulan, bagian Matahari yang terlihat semakin mengecil.
Puncak gerhana di Inggris terjadi sesaat setelah pukul 19.00 BST, ketika sebagian besar wilayah menyaksikan sekitar 90% Matahari tertutup.
Wilayah Inggris tengah dan selatan serta Wales mendapatkan kondisi cuaca yang cukup cerah sehingga masyarakat dapat menikmati pemandangan dengan lebih jelas.
Sebaliknya, sebagian wilayah Inggris utara, Skotlandia, dan Irlandia Utara menghadapi langit yang lebih berawan.
Antusiasme masyarakat tetap tinggi. Berbagai lokasi terkenal dipenuhi warga yang ingin melihat langsung fenomena tersebut.
Bahkan, kacamata khusus untuk melihat gerhana sempat sulit ditemukan menjelang peristiwa berlangsung.
Baca Juga: Belanja Daerah Pacitan Naik Rp 67,1 Miliar, DPRD Soroti Proyek Infrastruktur
Spanyol Menyaksikan Gerhana Matahari Total
Pemandangan yang lebih spektakuler terjadi di beberapa bagian Spanyol. Sekitar pukul 19.30 BST atau 20.30 waktu setempat, posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis sehingga menghasilkan gerhana matahari total.
Dalam kondisi tersebut, Bulan sepenuhnya menghalangi cahaya Matahari sehingga wilayah yang berada di jalur totalitas mengalami kegelapan sementara.
Para pengamat juga berkesempatan melihat korona Matahari, yaitu lapisan atmosfer luar Matahari yang tampak seperti cahaya yang memancar dari balik Bulan.
Beberapa pengamat bahkan dapat melihat tonjolan gas berwarna merah muda yang dikenal sebagai prominences.
Ilmuwan asal Chile, Yasmin Catricheo, melakukan perjalanan hingga A Coruña, Spanyol, untuk menyaksikan fenomena tersebut secara langsung.
"At the totality, everyone was cheering and sharing the excitement of what we were seeing. No words could describe the feeling," she said.
Ia juga menggambarkan pengalamannya dengan kalimat: "The universe is amazing."
Mengapa Gerhana Total Sangat Langka?
Gerhana Matahari sebenarnya terjadi di suatu tempat di Bumi sekitar setiap 18 bulan. Namun, kesempatan untuk menyaksikan gerhana total dari lokasi tertentu jauh lebih jarang.
BBC menjelaskan bahwa gerhana total hanya terjadi di suatu lokasi tertentu sekitar sekali dalam 400 tahun. Hal tersebut membuat kesempatan menyaksikannya menjadi sangat istimewa.
Gerhana terjadi ketika Bulan bergerak di antara Matahari dan Bumi sehingga menghalangi sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Dalam gerhana total, posisi ketiganya berada dalam susunan yang sangat tepat.
Menariknya, ukuran Matahari dan Bulan yang terlihat dari Bumi tampak hampir sama.
Matahari berada sekitar 150 juta kilometer dari Bumi, atau sekitar 400 kali lebih jauh dibandingkan jarak Bulan. Namun, diameter Bulan juga sekitar 400 kali lebih kecil daripada Matahari.
Kombinasi jarak dan ukuran tersebut memungkinkan Bulan menutupi Matahari secara sempurna saat gerhana total.
Baca Juga: Dana Nasabah Macet, Disperdagkop Madiun Datangi Kantor BMT MBS Syariah
Inggris Harus Menunggu Puluhan Tahun Lagi
Fenomena 2026 menjadi salah satu gerhana paling signifikan yang dapat disaksikan dari Inggris.
Negara tersebut memang akan kembali mengalami gerhana matahari parsial pada 2027, tetapi cakupannya diperkirakan hanya sekitar 45% di sejumlah wilayah.
Untuk mendapatkan gerhana yang lebih besar, masyarakat Inggris masih harus menunggu cukup lama.
Pada 2081, hingga 99% Matahari diperkirakan akan tertutup di beberapa bagian Inggris.
Sementara itu, gerhana matahari total berikutnya yang dapat disaksikan dari Inggris baru akan terjadi pada 2090.
Periode 2026 hingga 2028 sendiri disebut sebagai "golden age" bagi para pemburu gerhana karena akan ada tiga gerhana matahari total yang dapat disaksikan dari berbagai wilayah di dunia.
Namun, tidak satu pun dari ketiganya akan terlihat sebagai gerhana total dari Inggris.
Bagi jutaan orang yang menyaksikan fenomena kali ini, beberapa menit ketika cahaya Matahari menghilang menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : BBC