Jawa Pos Radar Madiun - Sebuah pencarian di ponsel Lindsay Clancy kembali menjadi sorotan dalam persidangan kasus kematian tiga anaknya.
Investigator kepolisian negara bagian Massachusetts bersaksi bahwa ponsel Clancy digunakan untuk mencari pertanyaan “Can you treat a sociopath?” atau “Bisakah seorang sosiopat diobati?” pada 20 Januari 2023, hanya empat hari sebelum ketiga anaknya ditemukan tewas di rumah keluarga mereka di Duxbury.
Kesaksian tersebut disampaikan investigator Timothy Chiappini dalam persidangan pada Kamis, 13 Agustus 2026. Selain Chiappini, Sgt.
Kyle Pavao juga memberikan keterangan mengenai analisis forensik terhadap ponsel Clancy dan tablet milik mantan suaminya, Patrick Clancy.
Pencarian di Ponsel Terungkap dalam Persidangan
Menurut kesaksian investigator, pencarian mengenai sosiopat dilakukan pada 20 Januari 2023. Temuan tersebut menjadi salah satu bagian dari bukti digital yang diperiksa selama persidangan.
Clancy saat ini menghadapi tiga dakwaan pembunuhan terkait kematian tiga anaknya, yakni Cora yang berusia 5 tahun, Dawson berusia 3 tahun, dan Callan yang masih bayi.
Ketiganya meninggal di rumah keluarga di Duxbury, wilayah pinggiran Boston, pada 24 Januari 2023. Clancy telah menyatakan tidak bersalah atas tiga dakwaan tersebut.
Meski demikian, pihak pembela tidak membantah bahwa Clancy bertanggung jawab atas kematian ketiga anaknya.
Fokus pembelaan justru terletak pada kondisi mentalnya ketika tragedi tersebut terjadi.
Baca Juga: Danube Capai Level Terendah dalam 30 Tahun, Bikin Sungai Danube Surut
Pembelaan Soroti Dugaan Postpartum Psychosis
Tim pengacara Clancy berpendapat bahwa klien mereka mengalami postpartum psychosis ketika ketiga anaknya meninggal.
Karena kondisi tersebut, pihak pembela berargumen bahwa Clancy seharusnya tidak dinyatakan bertanggung jawab secara pidana atas kematian anak-anaknya.
Dalam persidangan, jaksa juga menunjukkan sejumlah catatan pribadi yang tersimpan di ponsel Clancy.
Catatan tersebut menggambarkan berbagai kekhawatiran yang ia rasakan mengenai kondisi dirinya dan perannya sebagai ibu.
Salah satu catatan yang ditulis pada Oktober 2022 berbunyi:
"I'm struggling so hard because I wanted to parent each of my kids like my first, and since I can't, that's depressing to me," Clancy wrote in one note on her phone from October 2022, according to prosecutors.
"This is definitely the root cause of all our problems. Now I feel like I'm not parenting any of my kids the way I want to, and that makes me sad too. But I'm going to try my best."
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Clancy sebelumnya mengungkapkan kesulitan dan tekanan yang ia rasakan dalam menjalankan peran sebagai orang tua.
Kekhawatiran tentang Pengasuhan dan Kondisi Mental
Clancy juga menulis mengenai perasaannya terhadap putranya, Callan. Ia mengaku kecewa karena tidak lagi menyusui anaknya dan merasa sedih karena sang bayi harus tidur sendiri.
"I hate that he has to put himself to sleep. I'm sad I'm not breastfeeding anymore, but I think deep down these were the right choices," she wrote in a note found on her phone.
Dalam catatan lain, Clancy membahas kondisi kesehatan mental, kurang tidur, serta keinginannya untuk merasa lebih bahagia dan mampu mengurus anak-anaknya dengan baik.
"I still don't want Cal to be our last, but I have a lot of figuring out to do before I have another. I'm on the fence about starting a new medication for anxiety/depression. I just want to feel happy.
I want to be able to relax and take care of my kids, and then and when they go to bed at night, I want to deeply relax and hang out with Pat, and then fall into a deep sleep for eight hours," she wrote in the note.
Ia juga mengungkapkan ketakutan bahwa dirinya dapat melakukan kesalahan yang berdampak terhadap perkembangan anak-anaknya.
Menurut catatan tersebut, kekhawatiran itu semakin besar karena terlalu banyak mengonsumsi informasi mengenai pola asuh dan berbagai hal buruk yang dapat terjadi pada anak.
"I'm terrified of something happening to my kids or doing something wrong to mess up their development.
Our generation is inundated with information about every aspect of parenting and everything that goes wrong if you don't get it right, and all the scary things happening in the world -- it's insane," she wrote in another note.
"For the last five years, I've just filled my mind with all things parenting, and it's just unhealthy."
Baca Juga: BYD Salip Honda di Daftar Mobil Terlaris Juli 2026, Toyota dan Daihatsu Nomor Berapa?
Persidangan Berlangsung Emosional
Kesaksian mengenai pencarian di ponsel tersebut muncul sehari setelah persidangan berlangsung emosional.
Pada Rabu, Clancy beberapa kali menangis ketika dokter memberikan kesaksian mengenai hasil autopsi ketiga anaknya.
Hakim William Sullivan bahkan sempat membubarkan juri pada beberapa bagian kesaksian dokter Renee Stonebridge dan Barbara Olson. Keduanya menjelaskan mengenai cedera yang dialami Cora dan Dawson.
Hakim kemudian mengingatkan para juri agar tidak membiarkan reaksi emosional memengaruhi penilaian mereka terhadap bukti yang disampaikan selama persidangan.
"Sometimes there's evidence that's presented in the trial that creates an emotional reaction," Sullivan told jurors, reminding them that the law "says you must separate any emotional reaction on your part from the informational value and weight that the evidence produces."
Dengan demikian, pencarian “Can you treat a sociopath?” menjadi salah satu temuan digital yang kini dipertimbangkan dalam persidangan.
Namun, berdasarkan informasi dalam sumber, belum ada kesimpulan bahwa pencarian tersebut dengan sendirinya membuktikan motif atau kondisi mental Clancy.
Perdebatan utama dalam perkara ini tetap berkaitan dengan tanggung jawab pidana Clancy dan klaim pembela mengenai postpartum psychosis. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Magang Universitas Negeri Surabaya
Sumber : ABC News