Warga Kanada Ramai-Ramai Boikot AS, Ini Destinasi yang Dipilih sebagai Gantinya

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Wilayah Atlantik Kanada terkenal dengan hidangan laut segarnya serta rumah-rumah dan perahu-perahu kecilnya yang berwarna-warni (BBC)
Wilayah Atlantik Kanada terkenal dengan hidangan laut segarnya serta rumah-rumah dan perahu-perahu kecilnya yang berwarna-warni (BBC)

Jawa Pos Radar Madiun - Bagi sebagian warga Kanada, perjalanan ke Amerika Serikat yang dulu terasa begitu dekat kini tidak lagi menjadi pilihan utama.

Ada yang membatalkan liburan ke Texas, mengubah rencana kapal pesiar dari New York, hingga memilih penerbangan langsung agar tidak transit di kota-kota Amerika.

Perubahan tersebut muncul di tengah memburuknya hubungan Kanada dan AS setelah kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih.

Sejumlah warga Kanada memilih menghindari perjalanan ke AS sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan dan pernyataan Trump mengenai Kanada.

Sebagai gantinya, mereka menghabiskan uang dan waktu untuk menjelajahi Kanada sendiri maupun bepergian ke negara lain seperti Italia, Maroko, Meksiko, dan Spanyol.

Jumlah Perjalanan Warga Kanada ke AS Menurun

Data nasional menunjukkan warga Kanada melakukan sekitar 800.000 perjalanan lebih sedikit ke AS pada April dibandingkan periode yang sama pada 2024, sebelum Trump kembali terpilih.

Dampak ekonomi dari perubahan perilaku tersebut juga cukup besar.

Boikot perjalanan warga Kanada diperkirakan menyebabkan Amerika Serikat kehilangan sekitar C$3,3 miliar atau sekitar US$2,35 miliar dalam pendapatan perjalanan pada tahun lalu.

Sejumlah kota dan negara bagian di AS kemudian berusaha menarik wisatawan Kanada kembali.

New York City, misalnya, menawarkan potongan harga 30% untuk tiket Broadway dan kamar hotel bagi wisatawan Kanada pada Juli.

Namun, bagi sejumlah warga Kanada, persoalannya bukan sekadar harga perjalanan.

Baca Juga: John Herdman vs Shin Tae-yong, Dua Pelatih dan Panggung Pembuktian di Indonesia

Dari Texas ke Kanada Atlantik

Kent Truscott dan keluarganya dari London, Ontario, sebelumnya cukup sering bepergian ke AS. Mereka pernah mengunjungi California dan New York.

Namun, setelah memutuskan memboikot AS sejak akhir 2024, Truscott membatalkan rencana pergi ke Texas bersama saudaranya untuk menyaksikan peluncuran SpaceX Starship.

Alih-alih menghabiskan uang untuk perjalanan tersebut, Truscott dan istrinya memilih menjelajahi wilayah Atlantik Kanada, khususnya Nova Scotia dan Prince Edward Island.

Mereka menyewa kendaraan, menyusuri Cabot Trail, dan menginap di sebuah resor di tepi Samudra Atlantik.

Pengalaman kuliner lokal juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

"I had the best halibut dinner in my life, caught by someone that morning out on the bay,"

Truscott mengaku belum tahu kapan akan kembali ke AS. Baginya, hubungan kedua negara telah mengalami perubahan mendasar.

"There has been a fundamental break,"

Ia juga menilai perubahan tersebut tidak akan otomatis berakhir hanya ketika Trump meninggalkan Gedung Putih.

"As much as I would like to say that when Donald Trump leaves everything will go back to normal, well, 70 million people voted for it,"

Membatalkan Kapal Pesiar dari New York

Lynda Rousseau dan suaminya, Joe, memiliki pengalaman yang lebih dekat dengan AS.

Keduanya pernah tinggal di Texas selama 19 tahun sebelum akhirnya kembali ke Kanada.

Mereka bahkan mempercepat kepulangan ke Kanada pada Februari 2025 setelah Trump kembali terpilih.

Setelah Trump menyebut Kanada sebagai "the 51st state" dan mantan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau sebagai "governor", pasangan tersebut memutuskan untuk menghindari AS.

Rencana perjalanan kapal pesiar yang seharusnya dimulai dari New York dan melewati Terusan Panama pun dibatalkan.

Sebagai gantinya, mereka memilih perjalanan lain melalui Roma dan Barcelona.

Di Eropa, mereka menghabiskan waktu mengunjungi peninggalan Romawi dan menikmati makanan lokal.

"I mean it's not New York's fault... but Trump is in charge of it all, and so it all takes a hit,"

Pasangan tersebut juga membatalkan rencana menjadi snowbirds, istilah bagi warga Kanada yang biasanya menghabiskan musim dingin di negara bagian AS yang lebih hangat seperti Florida dan Arizona.

Baca Juga: Tumbang dari Turki, Korea Gagal ke Semifinal Kejuaraan Dunia Voli Putri U-17 2026

Dari California ke Maroko

Pilihan destinasi lain datang dari Nick Smith, pensiunan asal Vancouver.

Ia sebelumnya sering melakukan perjalanan darat ke Seattle dan sejumlah taman nasional AS bersama anak-anaknya.

Smith sempat kembali bepergian ke AS ketika Joe Biden menjadi presiden.

Namun, setelah Trump kembali menjabat, ia kembali menghindari perjalanan ke negara tersebut.

Bahkan ketika bepergian ke negara lain, Smith memilih penerbangan yang tidak transit di kota-kota Amerika.

Ia dan teman-temannya pernah melakukan perjalanan ke Mexico City menggunakan penerbangan langsung dari Vancouver.

Kemudian, bersama istrinya, Sylvia, Smith mengunjungi Maroko untuk pertama kalinya.

Mereka menjelajahi Marrakech, Fez, dan Essaouira.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Smith adalah menyaksikan suasana Ramadan di negara tersebut.

"It was actually quite an interesting time to be there, and realising how important religion is to the people of Morocco and how seriously they take the fasting ritual,"

Ketika ditanya apakah akan kembali ke AS jika Trump meninggalkan Gedung Putih, Smith mengatakan perubahan tersebut saja tidak cukup.

"It certainly is going to have to be more than that."

Ia menginginkan adanya perbaikan nyata dalam hubungan Kanada dan AS.

"I would need to see some sense of reconciliation [with Canada]... actions that would show a return back to amicable relations,"

Dari Las Vegas ke Jalur Camino Francés

Christie Mitchell, perempuan berusia 50 tahun dari Powell River, British Columbia, juga memilih mengubah rencana perjalanannya.

Mitchell sebelumnya telah berkali-kali mengunjungi AS.

Ia pernah menjelajahi taman nasional, menghadiri pertandingan American football, bahkan mengendarai RV melewati sejumlah negara bagian hingga Florida.

Namun, kondisi politik membuatnya tidak lagi ingin mendukung AS melalui uang yang ia belanjakan.

"It breaks my heart, because I love Americans and I love America."

Sebagai pengganti rencana perjalanan singkat ke Las Vegas untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-50, Mitchell memilih memenuhi salah satu impiannya: melakukan perjalanan panjang di Spanyol.

Ia menempuh Camino Francés sepanjang sekitar 790 kilometer.

Menurut Mitchell, salah satu bagian terbaik dari perjalanan tersebut justru bukan sekadar pemandangan atau tujuan akhirnya, melainkan orang-orang yang ia temui sepanjang perjalanan.

"Some people do the hike for personal reasons, and many of the people I talked to were in a transition,"

Perjalanan itu memberinya kesempatan berbincang dengan orang-orang yang sebelumnya sama sekali tidak ia kenal.

"very lovely conversations with complete strangers"

Meski begitu, Mitchell tidak sepenuhnya menutup kemungkinan untuk kembali mengunjungi AS.

Ia mengatakan akan mempertimbangkannya jika terdapat presiden yang berbeda di Gedung Putih dan hubungan Kanada-AS kembali membaik.

Baca Juga: Rem Bermasalah, Truk Minyak Goreng Terguling di Turunan Sedeng Pacitan

Boikot Mengubah Cara Warga Kanada Berlibur

Pilihan perjalanan para warga Kanada tersebut menunjukkan bahwa boikot terhadap AS tidak selalu berarti berhenti bepergian.

Sebaliknya, sebagian wisatawan mengalihkan uang dan waktu mereka ke destinasi lain.

Ada yang memilih mengenal kembali wilayah Kanada sendiri, sementara lainnya memanfaatkan kesempatan untuk mengunjungi negara-negara yang sebelumnya belum pernah mereka datangi.

Bagi sebagian dari mereka, keputusan untuk tidak pergi ke AS juga bukan hanya persoalan politik.

Nilai tukar dolar Kanada yang melemah turut membuat perjalanan ke AS menjadi lebih mahal.

Namun, pengalaman Truscott, Rousseau, Smith, dan Mitchell memperlihatkan satu kesamaan: kembalinya mereka ke AS kemungkinan membutuhkan lebih dari sekadar pergantian presiden.

Mereka ingin melihat adanya perubahan nyata dalam hubungan kedua negara sebelum kembali menjadikan Amerika sebagai tujuan liburan. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : BBC
kanada amerika serikat Pariwisata donald trump travel