Jawa Pos Radar Madiun - Perjalanan pulang rombongan peziarah Polandia dari Bosnia dan Herzegovina berubah menjadi tragedi.
Bus yang membawa puluhan penumpang keluar dari jalur dan terguling di jalan tol M3, Hungaria, pada Minggu (16/8/2026) dini hari.
Sebanyak 12 orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat di dekat kota Mezőkeresztes.
Polisi setempat menyebut bus tersebut keluar dari jalan lurus, masuk ke parit, kemudian terguling. Sopir bus selamat dari kecelakaan dan kemudian diamankan oleh aparat.
Bus tersebut membawa 57 penumpang dan dua pengemudi. Para penumpang merupakan rombongan peziarah asal wilayah Podkarpackie, Polandia bagian tenggara, yang baru selesai melakukan perjalanan ke tempat ziarah Katolik di Međugorje, Bosnia dan Herzegovina.
Puluhan Penumpang Dilarikan ke Rumah Sakit
Setelah kecelakaan, sebagian besar penumpang langsung mendapat penanganan medis.
Kementerian Luar Negeri Polandia menyebut para korban dibawa ke sejumlah rumah sakit di Eger, Debrecen, dan Miskolc.
Selain 12 korban meninggal, 10 orang dilaporkan berada dalam kondisi serius. Sementara itu, layanan ambulans Hungaria menyatakan sebanyak 37 orang mengalami luka ringan.
Baca Juga: Hurricane Lala Terjang Hawaii, Puluhan Ribu Warga Kehilangan Listrik
Kondisi Korban
12 orang meninggal dunia
10 orang dalam kondisi serius
37 orang mengalami luka ringan
Bus membawa 57 penumpang dan 2 pengemudi
Besarnya jumlah korban membuat proses evakuasi berlangsung dengan melibatkan sejumlah layanan darurat.
Foto dari lokasi memperlihatkan petugas menggunakan alat berat untuk mengangkat bus yang terguling di sisi jalan tol.
Dugaan Sopir Mengantuk Masih Diselidiki
Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Laporan awal menyebut sopir kemungkinan tertidur saat mengemudi, tetapi informasi tersebut belum menjadi kesimpulan akhir penyelidikan.
Sopir yang selamat dari kecelakaan telah diamankan oleh pihak berwenang. Di sisi lain, pemilik perusahaan bus mengatakan kepada Business Insider Polska bahwa kendaraan tersebut dikemudikan oleh dua pengemudi berpengalaman.
Pemerintah Polandia juga mengambil langkah setelah kecelakaan tersebut. Menteri Infrastruktur Polandia, Dariusz Klimczak, mengatakan inspektorat transportasi jalan akan melakukan pemeriksaan yang lebih ketat terhadap bus dan jam kerja para pengemudi.
Baca Juga: Mengenal Madiun Last Friday Ride, Gowes Jumat Akhir Bulan yang Suarakan Hak Pesepeda
Pemerintah Polandia dan Hungaria Sampaikan Belasungkawa
Kabar kecelakaan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah kedua negara. Presiden Polandia Karol Nawrocki menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“With deep sorrow, I received the tragic news of the accident involving a Polish bus in Hungary, in which so many of our compatriots perished.
Ia juga mengatakan:
“In the face of this unimaginable tragedy, which has touched us all, I join in prayer and profound compassion with the families and loved ones of the victims.”
Perdana Menteri Hungaria Péter Magyar turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memberikan apresiasi kepada petugas yang terlibat dalam operasi penyelamatan.
Penyelidikan Melibatkan Jaksa Polandia
Penyelidikan kecelakaan akan dipimpin oleh tim jaksa Polandia dari Krosno, wilayah di bagian tenggara negara tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab kecelakaan dan memastikan kondisi perjalanan rombongan sebelum insiden terjadi.
Kecelakaan ini juga mengingatkan kembali pada sejumlah tragedi yang melibatkan bus peziarah Polandia menuju Međugorje.
Pada 2022, sebanyak 12 orang meninggal dan 30 lainnya terluka setelah bus yang membawa peziarah Polandia mengalami kecelakaan di Kroasia.
Jauh sebelumnya, pada 2002, kecelakaan bus serupa di Hungaria menewaskan 20 peziarah Polandia dan melukai 31 orang.
Međugorje sendiri merupakan salah satu tujuan ziarah populer bagi umat Katolik Polandia, terutama selama musim panas.
Meski sejarah keagamaannya pernah mendapat sejumlah pertanyaan, lokasi tersebut tetap menjadi tujuan perjalanan bagi banyak peziarah dari Polandia dan negara lainnya. (*)
*Herliinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surbayaa
Sumber : The Guardian