Museum Sisilia Dibobol Saat Libur Nasional, Karya Renaissance Antonello da Messina Jadi Sasaran

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:33 WIB
Lima panel yang tersisa dari Polittico di San Gregorio karya Antonello – tiga di antaranya dicuri pada hari Sabtu. (The Guardian)
Lima panel yang tersisa dari Polittico di San Gregorio karya Antonello – tiga di antaranya dicuri pada hari Sabtu. (The Guardian)

Jawa Pos Radar Madiun - Suasana perayaan hari libur nasional di Kota Messina, Sisilia, berubah menjadi perhatian dunia seni setelah empat lukisan bersejarah karya pelukis Renaissance Antonello da Messina dicuri dari sebuah museum pada Sabtu malam.

Para pelaku diduga memanfaatkan situasi kota yang tengah ramai dengan festival keagamaan La Vara untuk menjalankan aksinya.

Pencurian terjadi di Museo Regionale di Messina (MuMe). Para pelaku berhasil melewati sistem alarm, kemudian membobol tempat penyimpanan karya seni dan membawa kabur empat panel lukisan yang dianggap memiliki nilai sejarah tinggi.

Tiga Panel Altar Bersejarah Ikut Dicuri

Tiga dari empat karya yang hilang merupakan bagian dari Polittico di San Gregorio, salah satu karya penting Antonello da Messina.

Altar tersebut awalnya terdiri dari enam panel dan dibuat untuk Monastero di San Gregorio.

Biara tersebut kemudian hancur akibat gempa bumi Messina pada 1908. Dari keseluruhan panel, lima bagian diketahui masih bertahan hingga sekarang.

Namun, pencurian terbaru membuat tiga dari lima panel yang tersisa kini menghilang dari museum.

Karya tersebut memiliki arti khusus bagi sejarah seni Sisilia karena menjadi satu-satunya karya Antonello yang selama ini tidak pernah meninggalkan kota kelahirannya.

Baca Juga: Hurricane Lala Terjang Hawaii, Puluhan Ribu Warga Kehilangan Listrik

Satu Lukisan Lain Juga Raib

Selain tiga panel dari Polittico di San Gregorio, pencuri membawa satu karya berukuran lebih kecil.

Lukisan tersebut menampilkan Virgin and Child bersama seorang biarawan Fransiskan pada salah satu sisinya, sementara sisi lainnya menggambarkan Kristus.

Karya dua sisi itu sebelumnya menjadi bagian dari koleksi Wilhelm Soldan. Pemerintah regional Sisilia kemudian membelinya melalui rumah lelang Christie's pada 2003, setelah karya tersebut dikaitkan dengan Antonello da Messina.

Dengan demikian, total terdapat empat karya Antonello da Messina yang dicuri dalam kejadian tersebut.

Pencurian Terjadi Saat Italia Merayakan Ferragosto

Aksi pencurian berlangsung pada Sabtu malam, bertepatan dengan Ferragosto, hari libur nasional Italia yang jatuh pada 15 Agustus.

Pada waktu yang sama, masyarakat Messina tengah mengikuti La Vara, festival keagamaan besar yang menjadi salah satu agenda penting di kota tersebut.

Kondisi itu diduga memberikan peluang bagi para pelaku untuk menjalankan aksinya.

Mereka disebut berhasil masuk ke museum dan melewati sistem keamanan sebelum membongkar kotak pajangan yang menyimpan karya-karya tersebut.

Pihak berwenang kini melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana pencuri dapat melewati sistem keamanan museum dan ke mana karya-karya tersebut dibawa.

Baca Juga: Mengenal Madiun Last Friday Ride, Gowes Jumat Akhir Bulan yang Suarakan Hak Pesepeda

Antonello da Messina dan Karya Renaissance-nya

Antonello da Messina merupakan pelukis asal Sisilia yang diperkirakan lahir sekitar 1430. 

Ia menjalani pendidikan di Napoli dan mendapat pengaruh dari seniman Provençal serta Flemish.

Namanya kembali menjadi perhatian pada Februari 2026 ketika pemerintah Italia membeli salah satu karya langka miliknya, Ecce Homo, dalam sebuah lelang di New York dengan harga US$14,9 juta.

Lukisan tersebut menggambarkan sosok Kristus yang tengah mengalami penderitaan dan diyakini dibuat sekitar 1460.

Terjadi Sehari Setelah Lukisan Cézanne, Renoir dan Matisse Ditemukan

Pencurian di Messina juga terjadi hanya sehari setelah kepolisian Italia mengumumkan keberhasilan menemukan kembali tiga lukisan karya Paul Cézanne, Pierre-Auguste Renoir, dan Henri Matisse.

Ketiga karya tersebut sebelumnya dicuri dari sebuah museum swasta di dekat Parma, Italia utara, pada awal 2026.

Rentetan kasus tersebut kembali menyoroti tantangan keamanan yang dihadapi museum dan koleksi seni berharga di Italia.

Sementara itu, penyelidikan terhadap hilangnya empat karya Antonello da Messina masih berlangsung. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : The Guardian
Antonello da Messina Lukisan Renaissance Museum Italia Seni Renaissance Pencurian Lukisan