Jawa Pos Radar Madiun - Langit Rusia dipenuhi asap setelah ratusan drone Ukraina dilaporkan menyerang sejumlah wilayah pada malam hari.
Otoritas Rusia menyebut serangan tersebut sebagai serangan terbesar yang dilancarkan Ukraina sepanjang 2026. Sedikitnya tujuh orang tewas dalam serangkaian serangan tersebut.
Menurut pejabat Rusia, sekitar 822 drone digunakan dalam serangan itu, dengan sekitar 600 di antaranya diarahkan menuju Moskwa.
Gubernur wilayah Moskwa menyebut ibu kota Rusia mengalami salah satu serangan drone paling masif dalam beberapa waktu terakhir.
Di tengah serangan tersebut, sebuah gudang milik perusahaan ritel daring Wildberries di Koledino, sekitar 25 kilometer dari pusat Moskwa, turut terkena serangan.
Wali Kota Moskwa Sergei Sobyanin mengatakan tiga orang terluka dalam insiden tersebut.
Serangan Menewaskan Sedikitnya Tujuh Orang
Serangan udara terjadi di sejumlah wilayah Rusia. Gubernur Rostov, wilayah di barat daya Rusia, melaporkan lima orang tewas akibat serangan malam hari.
Dua korban lainnya dilaporkan berasal dari wilayah Belgorod yang berbatasan dengan Ukraina serta wilayah Moskwa. Pihak Rusia menyebut serangan tersebut sebagai salah satu serangan drone terbesar yang mereka hadapi tahun ini.
Sementara itu, serangan Rusia terhadap Ukraina pada periode yang sama juga menimbulkan korban.
Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas dan lebih dari 39 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Rusia.
Kedua negara terus saling menuduh melakukan serangan terhadap warga sipil di tengah perang yang telah berlangsung sejak invasi penuh Rusia pada Februari 2022.
Baca Juga: Museum Sisilia Dibobol Saat Libur Nasional, Karya Renaissance Antonello da Messina Jadi Sasaran
Gudang Wildberries Kembali Menjadi Sasaran
Salah satu lokasi yang terdampak adalah gudang Wildberries di Koledino. Rekaman yang beredar memperlihatkan kobaran api dan kepulan asap besar di sekitar bangunan tersebut setelah serangan.
Wildberries merupakan salah satu perusahaan ritel daring terbesar di Rusia dan kerap dibandingkan dengan Amazon. Gudangnya disebut telah beberapa kali menjadi sasaran sejak Juli.
Pada saat itu, Ukraina menyatakan bahwa serangan tersebut diarahkan ke pusat logistik yang digunakan masyarakat Rusia untuk membeli perlengkapan militer.
Kyiv juga menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari upaya mengganggu pasokan bagi militer Rusia.
Namun, dalam laporan terbaru ini, sumber yang dikutip tidak menjelaskan secara rinci apakah fasilitas Wildberries kembali diserang karena alasan yang sama.
Kyiv Juga Dihantam Serangan Rusia
Di sisi lain, Rusia kembali melancarkan serangan ke Ukraina. Sirene peringatan udara terdengar empat kali sepanjang malam di Kyiv ketika ibu kota Ukraina menjadi sasaran serangan.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan sedikitnya enam orang, termasuk seorang anak, mengalami luka-luka.
Rusia mengatakan serangan terhadap Kyiv pada Sabtu malam menyasar fasilitas FirePoint yang disebut memproduksi komponen rudal Flamingo buatan Ukraina serta sebuah pabrik pembuat komponen drone. Namun, serangan tersebut juga merusak sebuah pasar buku di distrik Pochayna.
Baca Juga: Kabin Pesawat Kini Mirip Apartemen Mini, Mengapa Kursi Mewah Justru Sulit Dipakai?
Buku dan Vinyl Hancur Terbakar
Kondisi pasar terlihat porak-poranda setelah serangan. Buku-buku yang terbakar berserakan di tanah ketika petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api.
Valentina, 69 tahun, mengatakan suaminya memiliki kios di pasar tersebut. Ia menemukan buku-buku dari kios suaminya berserakan di antara reruntuhan.
"All these books in the street were from my husband's stall in the market - I recognise them on the floor."
Ia juga mengungkapkan rasa tidak percaya karena kejadian tersebut menimpa bisnis keluarganya.
"You never think that it will happen to you."
Pemilik toko vinyl bernama Luba, 42 tahun, juga kehilangan barang dagangan yang ditaksir bernilai 500.000 hryvnias atau sekitar £8.262.
"This business was my baby - many of the vinyls destroyed were rare and irreplaceable," she told the BBC. "I want Russia to disappear from this Earth."
Perang Rusia-Ukraina Semakin Didominasi Serangan Udara
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan 13 wilayah Ukraina telah menjadi sasaran serangan selama pekan tersebut.
Menurutnya, Rusia meluncurkan lebih dari 1.550 drone serangan, hampir 1.560 bom udara berpemandu, serta 62 rudal.
"Wherever the Russians can reach with their ballistic missiles, they strike civilian infrastructure," he said.
Perang Rusia-Ukraina kini semakin banyak berlangsung melalui serangan udara. Setelah lebih dari empat tahun perang, kedua pihak hanya memperoleh kemajuan terbatas dalam pertempuran darat di sepanjang garis depan yang panjang.
Akibatnya, drone dan rudal menjadi bagian penting dalam strategi kedua pihak untuk menyerang infrastruktur serta melemahkan kemampuan perang lawan.
Serangan terbaru di Rusia dan Ukraina menunjukkan bahwa eskalasi perang tidak hanya terjadi di garis depan.
Kota-kota dan fasilitas yang jauh dari medan pertempuran juga tetap menghadapi ancaman serangan udara. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Sumber : BBC"