Gerhana Matahari Total: Momen Langka Kembali Terjadi di Belahan Bumi Utara

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 18:40 WIB
Ilustrasi gerhana matahari. (Freepik)
Ilustrasi gerhana matahari. (Freepik)

Jawa Pos Radar Madiun - Pada 26 Agustus 2026, momen langka kembali terjadi, yaitu gerhana matahari total yang melewati belahan bumi utara.

Gerhana matahari total ini melewati Greenland, Islandia, Rusia Utara, Samudra Atlantik, Spanyol, dan sebagian kecil Portugal.

Sedangkan gerhana matahari sebagian melewati Amerika Serikat bagian utara (dari Alaska hingga Karolina Utara), sebagian besar Kanada, hampir seluruh Eropa, dan bagian barat laut Afrika.

Baca Juga: Mengapa Roket SpaceX Akan Menabrak Bulan? NASA Sebut Momen Langka Ini Jadi Kesempatan Riset

Alur Gerhana Matahari Total

Gerhana matahari total merupakan fenomena langka yang rata-rata terjadi setiap 18 bulan sekali (1 hingga 2 tahun sekali) secara global.

Terakhir terjadi gerhana matahari total adalah pada 8 April 2024, yang melewati Meksiko, Amerika Serikat bagian tengah dan timur laut, serta Kanada timur.

Pada tahun ini, gerhana matahari total terjadi pada 26 Agustus 2026, kurang lebih 2 tahun setelah gerhana matahari sebelumnya.

Gerhana matahari total akan dimulai dari bagian utara Rusia. Di Alaska dan Kanada utara gerhana mulai dan berakhir di pagi hari.

Kemudian gerhana akan berlanjut di bagian timur Kanada dan Amerika Serikat bagian utara pada siang hari.

Dan akhirnya alur gerhana akan berakhir melewati Inggris, Irlandia, Eropa, dan Afrika utara di sore hari.

Bagian yang tidak terlalu terdampak, seperti bagian selatan Kanada dan bagian utara Amerika Serikat hanya akan melihat secuil kecil matahari yang tertutupi oleh bulan.

Baca Juga: NASA Ungkap Asal-usul 'Little Red Dots', Ternyata Bukan Galaksi Baru seperti Dugaan Awal

Bagaimana Melihat Gerhana Matahari yang Aman?

Tentunya melihat gerhana matahari langsung dengan mata telanjang sangat berbahaya untuk dilakukan, dapat mengakibatkan kerusakan mata, kehilangan pengelihatan, hingga buta permanen.

Walaupun gerhana matahari total dapat dilihat dengan mata telanjang, hal itu beresiko tinggi karena gerhana matahari dapat berlangsung secara cepat dan radiasi UV dapat dengan cepat kembali tinggi dan merusak mata.

Oleh karena itu diperlukan peralatan khusus untuk melihat gerhana matahari, yaitu "Kacamata Gerhana".

Kacamata ini bukanlah kacamata gelap biasa, namun kacamata khusus yang memenuhi standar internasional ISO 12312-2 yang ratusan kali lebih gelap dibandingkan kacamata gelap biasa.(*)

*Syifa Fitria Hanifah, Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : NASA
Gerhana Matahari gerhana matahari total gerhana