LUMAJANG, Jawa Pos Radar Madiun - Duka akibat kebakaran Bukit Teletubbies di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum sirna. Namun saat ini, masyarakat di Lumajang dan sekitarnya dihadapkan pada gempa erupsi di Gunung Semeru.
Dikutip dari ANTARA, gempa erupsi di Gunung Semeru ini terjadi pada Rabu (20/9) pagi. Bahkan, tercatat telah terjadi 16 gempa erupsi.
"Gunung Semeru mengalami satu kali gempa embusan dengan amplitudo 3 mm dan lama gempa 55 detik," ujar Mukdas Sofian, Petugas Pos Pengamatan Semeru di Sawur, Lumajang.
Catatan 16 kali gempa erupsi tersebut beramplitudo 12-20 mm. Adapun durasi gempa sekitar 55 detik hingga 110 detik. Periode pengamatan dari pukul 00.00 hingga 06.00.
Gunung Semeru juga tercatat sekali mengalami gempa vulkanik. Amplitudo gempa ini 18 mm. Tak hanya itu, Semeru juga tiga kali diguncang gempa tektonik dengan amplitudo 2 hingga 22 mm.
"Untuk pengamatan secara visual, Gunung Semeru terlihat jelas. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara," terangnya.
Saat ini, Mukdas mengatakan, Semeru berstatus siaga level III. Masyarakat diimbau menaati rekomendasi PVMBG atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Yakni, dilarang beraktivitas apapun di sisi tenggara sepanjang Besuk Kobokan (radius 13 kilometer dari pusat erupsi).
Warga juga diminta mewaspadai awan panas dan aliran lahar. Jaraknya diproyeksikan 17 kilometer dari puncak Semeru.
Selain awan panas dan aliran lahar, warga juga patut mewaspadai lontaran batu pijar. Radiusnya diperkirakan 5 kilometer dari puncak. (antara/naz)
Editor : Mizan Ahsani