Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Dukung Pemberdayaan KWT Mawar, PKM UKWMS Bantu Kembangkan Usaha Mie Sehat Kering

Mizan Ahsani • Kamis, 26 September 2024 | 18:42 WIB
BERI DUKUNGAN: PKM UKWMS membantu KWT Mawar di Dusun Mondoroko, Kabupaten Malang, untuk mengembangkan usaha mie sehat. (UKWMS)
BERI DUKUNGAN: PKM UKWMS membantu KWT Mawar di Dusun Mondoroko, Kabupaten Malang, untuk mengembangkan usaha mie sehat. (UKWMS)

Jawa Pos Radar Madiun - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) terus menebar manfaat.

Terbaru, PKM UKWMS membantu Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Dusun Mondoroko, Kabupaten Malang, untuk mengembangkan usaha mie sehat mereka.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, (21/9) lalu, dan merupakan bagian dari hibah Kemendikbudristek 2024 yang berfokus pada pemberdayaan berbasis masyarakat.

KWT Mawar, yang dipimpin oleh Yanny, memulai usaha mie sehat berbahan dasar sawi sebagai bagian dari kampanye makan sehat di Dusun Mondoroko.

Namun, mie yang diproduksi dalam bentuk basah memiliki masa simpan yang sangat singkat karena tidak menggunakan bahan pengawet.

Akibatnya, pemasaran mie sehat ini terbatas, meski mendapat respons positif dari masyarakat dan pedagang mie ayam setempat.

Dr. Dyna Rachmawati, SE., MSi., CA., Ak, ketua tim pelaksana PKM UKWMS, menilai bahwa mie sehat KWT Mawar punya potensi besar.

Karena itu, pihaknya hadir membantu memberikan solusi.

"Kami melihat antusiasme yang besar dari ibu-ibu KWT Mawar dalam mengembangkan usaha ini, namun mereka terkendala manajemen dan produksi," ujarnya.

Mie basah yang mereka buat cepat kadaluarsa, dan itu menjadi tantangan besar bagi kelangsungan usahanya," sambung Dyna.

Setelah diskusi bersama KWT Mawar, tim UKWMS memutuskan untuk mengembangkan mie sehat dalam bentuk kering yang lebih tahan lama dan tetap sesuai standar kesehatan.

Tim pelaksana, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa UKWMS, merancang alat produksi yang memudahkan proses pembuatan mie kering dalam skala yang lebih besar.

"Kami hadirkan mixer adonan, mesin pencetak mie, dan oven pengering. Semua alat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi tanpa mengorbankan kualitas," jelasnya.

Mesin mixer adonan mampu mencampur bahan baku seperti tepung terigu, jus sawi, dan garam secara merata dengan kapasitas hingga 2 kilogram dalam sekali proses.

TEBAR MANFAAT: PKM UKWMS membantu KWT Mawar di Dusun Mondoroko, Kabupaten Malang, untuk mengembangkan usaha mie sehat. (UKWMS)
TEBAR MANFAAT: PKM UKWMS membantu KWT Mawar di Dusun Mondoroko, Kabupaten Malang, untuk mengembangkan usaha mie sehat. (UKWMS)

Mesin pencetak mie pun mempercepat proses produksi hingga 20 kilogram per jam.

Sementara oven pengering memastikan mie kering bisa bertahan lebih lama tanpa mengubah tekstur maupun rasa.

Selain itu, produksi mie sehat kering ini tetap memanfaatkan bahan baku alami yang berasal dari kebun sayuran sawi yang dikelola sendiri oleh KWT Mawar.

"Keberlanjutan menjadi fokus utama kami. Sawi yang digunakan adalah hasil panen sendiri, sehingga memastikan rantai produksi tetap berjalan lancar," tambah Dyna.

Mie sehat ini diolah tanpa bahan pengawet atau boraks, sesuai standar pangan yang aman dan ramah lingkungan.

Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-12, yaitu produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab.

Lebih jauh lagi, mie sehat kering ini diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik dalam wisata edukasi Kampung Sawi yang sudah dikembangkan di Dusun Mondoroko.

Para pengunjung bisa belajar tentang proses produksi mie sehat yang alami dan menyehatkan, sekaligus mendukung ekonomi lokal.

"Kami berharap usaha ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi komunitas setempat," tutur Dyna.

"Ini adalah bukti bahwa dengan sedikit dukungan teknologi dan pengelolaan yang baik, usaha kecil seperti KWT Mawar bisa berkembang lebih jauh," lanjutnya.

Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa UKWMS dari berbagai disiplin ilmu, termasuk akuntansi, teknologi pangan, dan teknik elektro.

Mereka berkolaborasi untuk memastikan bahwa setiap aspek produksi dan manajemen usaha dapat berjalan dengan optimal.

Dengan pendekatan yang komprehensif ini, UKWMS berharap usaha mie sehat kering KWT Mawar dapat menjadi contoh sukses dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Selain itu, dapat menjadi inspirasi bagi inisiatif-inisiatif pemberdayaan masyarakat lainnya di Indonesia. (naz/*)

Seputar Implementasi Keputusan Bisnis Taktis untuk Pengembangan Usaha Mie Sehat Kering KWT Mawar di Mondoroko Malang

Lokasi:

Dusun Mondoroko, desa Banjararum, kec. Singosari, Kab. Malang, Jawa Timur

Pelaksanaan:

Sabtu, 21 September 2024 (10.00-15.00)

Tim pelaksana:

Pengabdi Masyarakat – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (dosen, mahasiswa reguler serta mahasiswa profesi insinyur)

Ketua:

Dr. Dyna Rachmawati,SE.,MSi.,CA.,Ak

Anggota:

1. Ir. Andrew Joewono,ST.,MT.,IPU.,ASEAN Eng., APEC Eng.

2. Ir. Thomas Indarto P.S.,MP,IPM.

Kontributor:

Ir. Dra. Adriana Anteng Anggorowati,MSi.,IPU. (Ketua pusat abdimas UKWMS)

Sasaran:

Kelompok masyarakat - Kelompok Wanita Tani “Mawar” Dusun Mondoroko, Desa Banjararum

Editor : Mizan Ahsani
#UKWMS #Kemendikbudristek #Hibah #usaha #sehat #PKM #mie #widya mandala surabaya