Jawa Pos Radar Madiun – Sungguh malang nasib Mbah Nasikah warga Surabaya, Jawa Timur, ini. Nenek berumur 74 tahun itu itu ditipkan ke panti jompo oleh dua putrinya sendiri.
Kisahnya viral di media sosial (medsos) lantaran sikap yang dipilih kedua putrinya itu atas syarat yang diberikan oleh pihak panti jompo.
Permasalahan tersebut sampai juga ke Purnomo. Anggota Polres Lamongan yang dikenal warganet pemilik channel YouTube Polisi Belajar Baik.
Polisi berpangkat Ipda itu itu turut prihatin dengan nasib Mbah Nasikah. Ia menyempatkan diri menyambangi rumah nenek tersebut.
Dilansir dari JawaPos.com, netizen dibuat heboh dengan keputusan dua putri Mbah Nasikah berinisial SR dan F.
Kakak beradik yang masing-masing berumur 50 dan 43 tahun itu diduga kedulitan merawat ibu kandungnya itu lantaran kesibukan pekerjaan.
Mereka memilih menyerahkan ibu yang melahirkan mereka ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang.
Griya Lansia Husnul Khatimah adalah panti jompo yang khusus untuk merawat lansia terlantar dan tanpa keluarga.
Kisah memprihatinkan itu diketahui publik setelah Ketua Yayasan Griya Lansia Husnul Khatimah Arief Camra, membagikan cerita Mbah Nasikah di media sosial.
Dalam unggahan Instagram pribadinya, dia mengatakan telah menolak dua kali pemintaan SR dan F. Namun rupanya tekad kedua putri Mbah Nasikah itu sudah bulat.
Karena dinilai masih memiliki keluarga dekat, yakni dua anak kandung, pihak panti jompo sempat memberikan persyaratan berat agar F dan SR mengurungkan niat dan mau merawat ibu kandungnya.
Persyaratan yang diberikan adalah bersedia untuk tidak menemui ibu kandung selamanya dan tidak dikabari ketika kelak Mbah Nasikah wafat.
Namun, jawaban kedua putri kandung nenek lansia itu membuat pihak panti kaget. SR dan F tak mau mengurungkan niat. Mereka tetap menandatangani surat pernyataan tersebut.
"Persyaratan kami buat sangat berat supaya niatan itu tidak terwujud. 2 kali saya ingatkan, dipertimbangkan ulang. Katanya daripada ngesot di jalanan karena nggak ada yang rawat," tutur Arief, dikutip dari JawaPos.com, Senin 30 Juni 2025.
Kisah ini langsung menyita perhatian publik. Hujatan demi hujatan dari warganet pun tertuju pada SR dan F, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menjemput kembali sang ibu dari Griya Lansia.
"Saya Pak Purnomo, meskipun saya dinas di Lamongan, namun kalau saya bisa membantu, hari ini saya datang ke Surabaya. Hari ini, Sabtu (28 Juni 2025), kemarin itu sempat viral dan saya jujur juga kaget," tutur Purnomo dalam video di Channel YouTube pribadinya, dikutip Senin 30 Juni 2025
Purnomo kemudian mempertanyakan alasan SR dan F, kedua putri mbah Nasikah menyerahkan ibunda ke Griya Lansia, Malang.
Dia yang merasa penasaran juga menanyakan alasan kakak beradik itu akhirnya berubah pikiran dan menjembut lagi Mbah Nasikah.
"Kok ada dua anak perempuan, anak kandung lagi, tulisannya apa? membuang. Kalau saya (narasinya) menitipkan. Saya tanya, jenengan ini sayang nggak sama ibu? terus kenapa kok dijemput (lagi)?" tanyanya kepada SR dan F.
Setelah mendengar jawaban SR dan F, bahwa mereka tidak ada niat membuang orang tua. Keduanya mengaku menitipkan ibunya ke panti jompo karena tidak ada yang merawat karena SR dan F sama-sama bekerja.
SR bekerja sebagai tukang sapu di perumahan, sementara F bekerja sebagai buruh pabrik.
Menurut penuturan SR, saat kedua putrinya bekerja, Mbah Nasikah sering ngesot ke luar rumah dan ke jalanan.
"Kalau kita tidak bisa membantu (SR dan F), tolong jangan sebarkan gosip yang enggak-enggak. Tolong jangan dihujat. Beliau berdua ini, sudah berusaha nyari solusi, namun karena hari ini viral ya mau diapain," ujar Purnomo.
Dia kemudian menawarkan diri untuk mengurus Mbah Nasikah seumur hidup. Kedua anaknya pun diperbolehkan untuk menjenguk ibu kandungnya sewaktu-waktu dan ketika sang ibu wafat pun akan dikabari.
"Daripada jenengan nggak mampu ngerawat, saya akan rawat ibu seumur hidup. Dan kalau saya yang ngerawat, boleh datang, kalau ibu Nasikah sakit saya kabari, nggak usah malu kalau dihujat seindonesia," tutur Purnomo.
Namun setelah Mbah Nasikah mengetahui bahwa rumah Purnomo adalah Lamongan, nenek berusia 74 tahun itu menolak karena alasan terlalu jauh dari SR dan F di Surabaya.
"Saya sudah komunikasi dengan Pak Arief, nanti tetap dirawat di Griya Lansia, namun boleh datang. Pokoknya ini tanggung jawab saya, nanti 2 atau 7 (Juli), saya akan jemput," tutur dia.
Editor : Budhi Prasetya