Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kembali Terjadi, Anak di Surabaya Titipkan Ibu Kandung ke Panti Jompo Malang, Ini Alasan Mereka

Budhi Prasetya • Jumat, 18 Juli 2025 | 21:40 WIB
Lansia asal Surabaya, Fatimah dititipkan 4 anak kandungnya ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang.
Lansia asal Surabaya, Fatimah dititipkan 4 anak kandungnya ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang.

Jawa Pos Radar Madiun - Nasib nyaris serupa yang dialami Mbah Nasikah kembali terulang. Diketahui, nenek berumur 74 tahun itu sempat ditipkan kedua putri kandungnya ke panti Jompo di Malang.

Kisah itu kini menimpa Fatimah, seorang lansia yang juga berasal dari Surabaya. Ia dititipkan anak kandungnya ke panti jompo yang sama dengan Mbah Nasikah.

Bedanya, Fatimah tak seberuntung Nasikah. Ia belum dirawat kembali oleh anak kandungnya.

Kisah penitipan Fatimah itu pertama kali dibagikan oleh Ketua Yayasan Griya Lansia, Malang, Arief Camra ke beberapa media sosialnya, termasuk Instagram.

Arief membagikan proses bagaimana dirinya menjemput Fatimah dalam video berdurasi kurang dari 5 menit itu,

"Dulur jangan sedih, jangan kaget, dan jangan terbawa emosi. Hari ini, Selasa, 15 Juli 2025, ada serah terima ibu secara total ke griya lansia oleh 4 anak kandungnya," ucap Arief, dikutip dari unggahan Instagram @ariefcamra, Kamis 17 Juli 2025, seperti dilansir dari JawaPos.com.

Ketua Yayasan yang menaungi panti jopmpo tersebut menjemput Fatimah ke wilayah Pabean Cantian, Surabaya.

Ketika itu dia bertemu dengan Lukman Arif. Pria berumur 39 tahun tersebut merupakan anak kedua Fatimah.

Dalam pertemuan tersebut, Arief sempat menanyakan soal keputusan anak menitipkan ibu kandungnya itu sudah bulat apa tidak.

"Dari cerita, sampean (kamu) kan 4 bersaudara, masa tidak ada yang mau meramut (merawat) ibunya," tanya Arief.

"Sebenarnya ada, tetapi kondisi saya lagi nggak punya rumah," jawab Lukman.

Pada kesempata itu, Arief juga menjelaskan jika Griya Lansia yang dikelolanya sebenarnya khusus untuk merawat lansia sebatang kara atau sudah tak punya keluarga.

Sayang upayanya untuk menyadarkan anak Fatimah terkait keputusan itu gagal. Mediasi berjalan buntu lantaran anak Fatimah dikabarkan saling lempar tanggung jawab. 

"Tetapi berhubung 4 anak ini tidak menemukan titik temu, saya siap merawat, dengan catatan serah terima total, sampean (kamu) nggak boleh mengunjungi dan tidak dikabari saat (sang ibu) meninggal," seru Arief.

Alih-alih mengurungkan niatnya, Lukman hanya berdiri dan mengangguk pasrah saat mendengar penuturan Arief.

Ia menyetujui persyaratan yang diberikan ketua Yayasan Griya Lansia Malang itu, niatnya agar sang ibu bisa mendapat perawatan lebih baik.

"Setuju," jawabnya singkat.

Mengetahui hal itu, Arief lantas mengingatkan konsekuensi dari serah terima total.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas di Griya Lansia bersifat terbuka. Dalam artian, Arief membagikan proses penjemputan, merawat, hingga mengubur lansia di media sosial.

"Jadi kalau misal nanti ramai, masnya nggak boleh protes, karena ini tidak ada titik temu, daripada mbahnya (Fatimah) nggak ada yang rawat, deal ya?," tanya Arief.

"Deal," sahut Lukman kemudian mereka berjabat tangan. (*)

Editor : Budhi Prasetya
#Panti Jompo #penitipan #anak #surabaya #ibu kandung #Griya Lansia Malang