Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Imbas Krisis BBM di Jember, Harga Eceran Sempat Terkatrol Naik, Mulai Rp20-50 Ribu per Liter

Budhi Prasetya • Kamis, 31 Juli 2025 | 19:30 WIB
Ilustrasi kelangkaan BBM Premium. Harga pertalite di pedagang eceran di Jember, Jawa Timur, naik berlipat.
Ilustrasi kelangkaan BBM Premium. Harga pertalite di pedagang eceran di Jember, Jawa Timur, naik berlipat.

Jawa Pos Radar Madiun – Sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dialami warga Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Hal tersebut mulai dirasakan sejak hari Sabtu 26 Juli 2025. Antrean pembeli BBM terlihat mengular di SPBU-SPBU di kabupaten tersebut.

Kondisi tersebut berimbas pada naiknya harga BBM. Bensin eceran dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp50 ribu per liter.

Dilansir dari JawaPos.com yang mengutip radarjember.jawapos.com, naiknya harga tersebut diungkapkan oleh Hengky Kurniawan.

Warga Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, itu mengungkapkan jika dirinya menjual BBM dengan tarif Rp 50.000 per liter.

"Dengan harga segitu per liter, namun karena kebutuhan mendesak, masih ada pembeli yang datang," ungkap pria yang akrab dipanggil Hengky itu.

Hal serupa terjadi di wilayah lainnya, kendati harganya variatif. Seperti di Kecamatan Sukorambi, tarif BBM berkisar Rp 35.000 per liter. Namun untuk pembelian 4 liter dibanderol Rp 100.000.

"Terpaksa membeli satu liter saja karena di SPBU antrenya mengular panjang. Karena keperluan, ya akhirnya beli juga," tutur Anik, penduduk lokal lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa kelangkaan BBM tak urung memicu kepanikan warga dalam membeli bahan bakar untuk kendaraan mereka.

Itu lantaran bahan bakar dikabarkan langka dan habis. Tak heran jika warga harus antre berjam-jam di SPBU akibat keterlambatan distribusi.

Kondisinya sempat membaik pada hari Rabu 30 Juli 2025. Antrean di sejumlah SPBU telah terurai. Barisan pembeli menunggu giliran tak lagi lama menumpuk.

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Jember, barisan kendaraan di SPBU area perkotaan seperti Jalan A. Yani mulai berkurang.

Informasi yang dihimpun, meski masih terlihat antrean, namun waktu tunggu kini tidak terlalu lama seperti dua hari pertama krisis BBM.

Nuril, penduduk Jenggawah yang sedang mengantre di SPBU Kecamatan Ajung, menyebutkan pada Senin 28 JUli 2025 lalu diperlukan waktu lebih dari setengah hari untuk memperoleh BBM.

Sedangkan di hari berikutnya, membutuhkan waktu sedikitnya 2,5 jam untuk mengantre.

"Saya memang sehari-hari berdagang bensin eceran, jadi terus mengambil stok," kata Nuril.

Sementara itu, di SPBU Mangli barisan sepanjang kurang lebih 300 meter. Salah satu penduduk, Amelia Putri, warga Kecamatan Panti, memutuskan antre BBM di SPBU Mangli setelah SPBU terdekat dari rumahnya kehabisan persediaan.

Ia mengakui jika melihat beberapa penjual bensin keliling namun tak tertarik membeli karena harganya dua kali lipat lebih mahal.

"Sudah ada yang jual keliling, tapi saya lebih memilih antre 1-2 jam daripada beli Rp 20.000 per liter," ucapnya.

Meskipun belum sepenuhnya pulih, berkurangnya panjang antrean di beberapa lokasi menunjukkan mulai masuknya distribusi BBM ke Jember.

Editor : Budhi Prasetya
#eceran #antrean spbu #harga bbm #jember #Pertalite #krisis bbm