Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Emak-emak Penonton Karnaval Sound Horeg Ambruk Lalu Meninggal Dunia, Suami Korban : Saya Ikhlas

Budhi Prasetya • Selasa, 5 Agustus 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi pertunjukkan Sound Horeg. Seorang emak-emak dilaporkan tewas saat menonton karnaval sound bersuara menggelegar itu.
Ilustrasi pertunjukkan Sound Horeg. Seorang emak-emak dilaporkan tewas saat menonton karnaval sound bersuara menggelegar itu.

Jawa Pos Radar Madiun – Kejadian tragis mewarnai perhelatan karnaval sound horeg di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Anik Mutmainah, seorang ibu rumah tangga, warga desa setempat diketahui ambruk lalu meninggal dunia saat asik menonton acara tersebut.

Emak-emak berumur 38 tahun itu dikabrkan sempat mengeluh pusing sebelum ambruk ke tanah dan tak sadarkan diri.

Informasi yang dihimpun, karnaval sound horeg itu bagian dari acara selamatan desa dan peringatan HUT ke-80 RI di Pasirian.

Pihak panitia mendatangkan sejumlah pengelola sistem audio bersuara menggelegar dari Lumajang dan luar Kota untuk memeriahkan acara pada hari Sabtu 2 Agustus 2025 malam.

Ketika itu, korban datang ke lokasi acara karnaval ditemani Sofia, kakaknya. Saat asyik menonton, Anik tiba-tiba merasa pusing, lalu ambruk dan tidak sadarkan diri.

Insiden yang berujung duka itu dibenarkan oleh Mujiarto, suami korban. Ia menjelaskan aktivitas mendiang istrinya itu sebelum jatuh pingsan.

"Istri saya saat itu menonton sound horeg dan sempat merekam (pertunjukan) dengan ponselnya, namun kemudian pingsan," ujarnya, seperti dilansir dari JawaPos.com yang mengutip Radar Jember, Jawa Pos Group, Selasa 5 Agustus 2025.

Dirinya juga mengatakan jika istrinya memang gemar menonton pertunjukkan sound horeg. Namun sebelum meninggal, ia memastikan sang istri dalam kondisi sehat.

“Mau bagaimana lagi, namanya umur tidak ada yang tahu. Tetapi kalau perantaranya ya itu (sound horeg), saya ikhlas karena sudah takdirnya," ujar Mujiarto.

Sebenarnya, Anik sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian untuk segera mendapatkan perawatan medis.

Sayangnya, nyawanya tak tertolong. Korban diduga mengembuskan nafas terakhir saat masih dalam perjalanan ke rumah sakit.

Dokter jaga RSUD Pasirian, Yessika mengatakan korban dinyatakan meninggal pukul 22.00 WIB.

"Saat tiba di IGD, pasien sudah dinyatakan meninggal,” ujar Yessika. Ia menuturkan pasien sudah mengalami henti jantung dan henti napas saat tiba di RSUD Pasirian.

Baca Juga: Fenomena Sound Horeg di Jawa Timur, Ini Pertanyataan Tegas Wagub Jatim Emil Dardak 

Tim dokter sudah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan Anik. Bahkan saat diberi pertolongan pertama, pasien tidak memberikan respons kehidupan.

"Kami tidak bisa berspekulasi terkait penyebab kematian pasien (Anik Mutmainah), karena diperlukan pemeriksaan forensik lebih lanjut," tukas Yessika. 

Kini, korban telah dimakamkan di TPU Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang. Keluarga pun telah merelakan kepergian almarhum dan menerima musibah ini dengan lapang dada.

Editor : Budhi Prasetya
#karnaval #penonton #meninggal dunia #lumajang #sound horeg