Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Anak Kuli Bangunan hingga Penjual Cilok Kibarkan Merah Putih di Grahadi, Ungkapkan Kisah Ini Kisah Mengharukan Mereka

Budhi Prasetya • Senin, 18 Agustus 2025 | 23:45 WIB
Anak kuli bangunan hingga penjual cilok jadi anggota Paskibra Jatim 2025, beberkan kisah haru usai sukses Kibarkan Merah Putih di Grahadi, Surabaya.
Anak kuli bangunan hingga penjual cilok jadi anggota Paskibra Jatim 2025, beberkan kisah haru usai sukses Kibarkan Merah Putih di Grahadi, Surabaya.

Jawa Pos Radar Madiun – Gerakan dan langkah tegap puluhan pelajar di Jawa Timur menjadi perhatian utama dalam upacara peringatan Hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan mengenakan seragam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), mereka terlihat gagah saat menjalankan tugas.

Para pelajar pilihan itu seolah menjadi tokoh utama dalam upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI hari Minggu 17 Agustus 2025 kemarin.

Mereka sukses mengibarkan Bendera Merah Putih di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Bangga sekaligus haru menyelimuti benak pelajar tersebut.

Siapa sangka, ada cerita menarik di balik gemerlap personel Paskibra Jatim tersebut. Yakni soal perjuangan mereka melakoni serangkaian prosesi itu.

Diketahui, mereka adalah pelajar terpilih yang berhasil melewati seleksi ketat. Berbekal kedisiplinan, semangat, dan tekad kuat, akhirnya mereka mendapat kehormatan mengibarkan bendera Merah Putih pada HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Muhammad Andrian Saputra tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya menjadi bagian anggota Paskibra Jatim 2025.

Maklum saja, ia adalah pelajar dari keluarga sederhana. Ayahnya bukan PNS, anggota TNI-Polri atau pekerkerja kantoran. Melainkan seorang kuli bangunan.

Namun hal itu tak membuat siswa SMK Negeri 1 Purwosari, Kabupaten Pasuruan, tersebut berkecil hati.

Kondisi keluarganya itu justru jadi pelecut semangatnya untuk menggapai cita-cita.

"Meskipun saya berasal dari keluarga sederhana, namun itu tidak mematahkan semangat saya untuk menjadi Paskibra,” ucapnya tegas di Grahadi, Senin 18 Agustus 2025, dilansir dari JawaPos.com.

“Pesan saya, tidak peduli dari keluarga apapun, siapapun bisa jadi apapun," lanjutnya seperti ingin memberi motivasi pelajar lainnya.

Rasa bangga dan bahagia juga diutarakan Trisnia Isni Susilowati. Siswi SMA Negeri 1 Pasirian, Lumajang ini mengaku terharu.

Dia tak menyangka bisa menginjakkan kaki di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, sebagai anggota Paskibra.

Perasaan wajar yang dirasakan Trisnia yang berasal dari keluarga sederhana. Orang tuanya mencari nafkah dengan berjualan cilok.

Meski begitu, semangatnya tak pernah padam. Trisnia justru semakin semangat untuk membuktikan kemampuannya.

"Di rumah itu hanya ada 1 motor, karena setiap hari saya seleksi (Paskibraka) harus berangkat jam 5 jadi Mamah selalu mengantar saya seleksi ke Kabupaten sekitar 1 jam dari rumah," imbuh Trinia dengan nada lirih. (*)

Editor : Budhi Prasetya
#surabaya #gedung grahadi #paskibra #Cerita #kuli bangunan