Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Soal Isu PHK Massa PT Gudang Garam, Menaker Yassierli dan Gubernur Jatim Khofifah Bilang Begini

Budhi Prasetya • Selasa, 9 September 2025 | 19:05 WIB
Ilustrasi Foto : Menaker Yassierli dalam sebuah acara di Karawang, Senin 1 September 2025 lalu. Ia buka suara terkait isu PHK massal di PT Gudang Garam.
Ilustrasi Foto : Menaker Yassierli dalam sebuah acara di Karawang, Senin 1 September 2025 lalu. Ia buka suara terkait isu PHK massal di PT Gudang Garam.

Jawa Pos Radar Madiun – Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di PT Gudang Garam jadi pembicaraan hangat belakangan ini.

Maklum, perusahaan rokok terbesar di Jawa Timur (Jatim) itu memiliki pekerja yang jumlahnya tidak sedikit.

Namun, pemerintah belum mengetahui secara pasti soal isu PHK massal tersebut. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengaku belum menerima detil lebih lanjut terkait hal tersebut.

"Terkait hal itu kan sudah dijawab sama mereka (pihak manajemen Gudang Garam). Masih belum, ya (menerima informasi lanjutan),” kata Menaker Yassierli, dilansir dari JawaPos.com yang mengutip ANTARA di Bandung, Jawa Barat, Selasa 9 September 2025.

Informasi yang dihimpun, kabar PHK massal di PT Gudang Garam pertama kali mencuat sejak akhir pekan lalu.

Isu itu berkembang setelah beredarnya video viral di platform media sosial seperti Instagram dan X (sebelumnya Twitter).

Unggahan video itu memperlihatkan momen perpisahan pekerja di salah satu pabrik Gudang Garam di Tuban, Jawa Timur.

Hal tersebut lantas memunculkan spekulasi jika ribuan karyawan terdampak PHK akibat tekanan keuangan perusahaan.

Rumor yang berkembang  menyebutkan bawa perusahaan tersebut tengah mengalami penurunan laba bersih pada semester I-2025. Nilainya ditaksi sebesar 87,3 persen menjadi Rp117,16 miliar.

Kabar spekulasi soal PHK massal itu pun lantas ditanggapi oleh manajemen PT Gudang Garam Tbk.

Mereka menyatakan bahwa operasional pabrik di Tuban tetap berjalan normal dengan 800-850 orang karyawan.

Bantahan juga disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ia pun buka suara terkait permasalahan tersebut.

Dirinya menyebut jika isu PHK massal di PT Gudang Garam Tbk yang sempat viral itu sebenarnya  merupakan program pensiun dini yang ditawarkan manajemen perusahaan kepada karyawannya.

Sementara itu, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut pihaknya akan terlebih dahulu memverifikasi informasi PHK tersebut.

Hal itu disampaikannya dalam sebuah konferensi pers pada hari Sabtu 6 September 2025 lalu. (*)

Editor : Budhi Prasetya
#menaker #khofifah #phk massal #gubernur jatim #Pekerja #gudang garam