Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sejarah di Balik Penetapan 12 Oktober sebagai HUT Jawa Timur

Mizan Ahsani • Minggu, 12 Oktober 2025 | 16:28 WIB
Potret bersejarah Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Potret bersejarah Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Jawa Pos Radar Madiun - Setiap tanggal 12 Oktober, masyarakat Jawa Timur memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur dengan beragam kegiatan budaya, refleksi sejarah, dan semangat membangun daerah.

Namun, di balik perayaan tahunan ini, tersimpan sejarah panjang lahirnya pemerintahan resmi Jawa Timur pasca kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Trump Turun Tangan Kirim Peringatan ke Israel dan Bentuk Satgas Awasi Gencatan Senjata di Gaza

Sejarah Penetapan HUT Jatim

Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2007.

Tanggal 12 Oktober 1945 dipilih karena pada hari itu, Gubernur pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, secara resmi memulai roda pemerintahan di wilayah Jawa Timur.

Penetapan tanggal ini dilakukan setelah melalui kajian mendalam oleh sejarawan, akademisi, dan pemerintah daerah.

Sebelumnya, terdapat beberapa usulan tanggal alternatif, seperti 19 Agustus 1945, bertepatan dengan pengumuman struktur pemerintahan Indonesia oleh Presiden Soekarno.

Namun, 12 Oktober dianggap paling tepat karena menandai dimulainya fungsi pemerintahan daerah secara nyata dan mandiri di Jawa Timur.

Peran RMT Ario Soerjo dalam Lahirnya Jawa Timur

RMT Soerjo dikenal sebagai pemimpin berani dan visioner yang berperan besar dalam konsolidasi pemerintahan daerah dan perlawanan terhadap agresi Belanda.

Sayangnya, beliau gugur secara tragis dalam konvoi di Ngawi pada tahun 1948 dan kini dikenang sebagai Pahlawan Nasional.

Surabaya, sebagai ibu kota provinsi, menjadi pusat administrasi, ekonomi, dan perlawanan rakyat.

Di masa revolusi fisik, kota ini menjadi medan pertempuran besar, termasuk peristiwa 10 November, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Filosofi dan Makna HUT Jawa Timur

Hari Jadi Provinsi menjadi momentum memperkuat sinergi antarwilayah, meneguhkan identitas kultural, dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

Setiap tahun, peringatan Hari Jadi mengusung tema yang mencerminkan semangat zaman.

Pada 2025, tema “Jatim Tangguh Terus Bertumbuh” dipilih untuk menggambarkan ketahanan masyarakat menghadapi tantangan global, mulai dari pemulihan pascapandemi hingga transformasi digital.

Logo dan Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Jadi

Logo peringatan ke-80 tahun ini menampilkan angka 80 berbentuk pita dinamis, dihiasi ikon khas Jawa Timur seperti Reog Ponorogo, Gunung Bromo, Gedung Grahadi, dan Wingko Babat.

Simbol-simbol tersebut merepresentasikan kekayaan budaya, alam, dan semangat kolaboratif masyarakat Jawa Timur.

Peringatan Hari Jadi Jawa Timur diisi dengan kirab budaya, pameran UMKM, penghargaan tokoh daerah, hingga peluncuran program strategis pemerintah provinsi.

Momentum ini juga dijadikan sebagai titik evaluasi dan peluncuran kebijakan baru yang berdampak langsung bagi masyarakat. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#12 Oktober #sejarah #hut jawa timur #ario soerjo #HUT Jatim #provinsi #soerjo #hari jadi