SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menetapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap Rabu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim.
Kebijakan ini akan mulai diterapkan pada pekan depan.
Baca Juga: Link Penerimaan Polri 2026 Dibuka! Kuota 6.900 Orang, Ini Syarat Akpol, Bintara, dan Tamtama
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah tingginya mobilitas pegawai.
WFH Dipilih Hari Rabu, Bukan Jumat
Khofifah menegaskan, pemilihan hari Rabu bukan tanpa alasan. Ia menghindari penerapan WFH pada hari Jumat karena berpotensi memicu long weekend.
"Mulai minggu depan, mulai minggu depan WFH kita jatuhnya pada hari Rabu," kata Khofifah di Surabaya, Rabu (25/3).
Menurutnya, jika WFH dilakukan pada Jumat, ASN cenderung memanfaatkan waktu untuk liburan atau pulang kampung, yang justru meningkatkan konsumsi BBM.
"Semula kita melakukan exercise kira-kira kalau WFH itu hari Jumat bagaimana? Kalau hari Jumat ada kecenderungan bablas long weekend. Kalau long weekend yang semula diharapkan ini akan menjadi bagian dari efisiensi penggunaan BBM, bukan tambah hemat tambah tidak hemat," ujarnya.
Perhitungan Jarak Tempuh ASN
Kebijakan ini juga didasarkan pada kalkulasi jarak tempuh ASN yang cukup signifikan.
Khofifah menyebut perhitungan tersebut dilakukan bersama Wakil Gubernur Emil Dardak.
Rata-rata jarak tempuh ASN menuju kantor mencapai 14 kilometer sekali jalan atau 28 kilometer pulang-pergi setiap hari.
Baca Juga: Update Daftar HP Kamera Terbaik 1-3 Jutaan 2026: Samsung Juara, Xiaomi Dominasi
"Hitung-hitungan Pak Wagub itu 14 kilometer kira-kira ke kantor gitu ya, jadi kalau PP rata-rata ya average-nya itu 28 km per day dan itu berarti kita butuh BBM sekian gitu," jelasnya.
Ia menilai penghapusan satu hari perjalanan dinas setiap pekan akan memberikan dampak nyata terhadap efisiensi BBM.
Tegaskan WFH Bukan WFA
Khofifah juga menekankan perbedaan antara WFH dan Work From Anywhere (WFA).
Baca Juga: St. Kitts and Nevis Siap Kejutkan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Herdman Waspada
Menurutnya, bekerja dari rumah tetap memungkinkan adanya pengawasan dari keluarga sehingga disiplin kerja tetap terjaga.
"WFH bukan WFA. Kalau anywhere nanti bisa di tempat wisata, bisa di kafe bisa di mana tapi WFH. Kalau di rumah rasanya ada keluarga yang ikut melakukan monitoring. Bahwa memang suami saya atau anak saya, istri saya ini sedang bekerja," kata dia.
Layanan Publik Tetap Berjalan
Meski ada penyesuaian sistem kerja, Khofifah memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal.
Ia juga menginstruksikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur untuk melakukan pengawasan ketat terhadap absensi ASN, baik PNS maupun PPPK.
"Jadi, kalau hari Senin, Selasa, Rabu (WFH) tengah-tengah, kemudian Kamis dan Jumat kita bekerja maksimal," ujarnya.
Editor : Ockta Prana Lagawira