BOJONEGORO – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus kembali menggelar pasar murah untuk masyarakat prasejahtera.
Program ini menjadi upaya menjaga daya beli warga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Kegiatan berlangsung di Balai Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem. Ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar di Kabupaten Tuban.
Dalam program tersebut, Pertamina menyediakan paket sembako senilai Rp 211 ribu yang dapat ditebus masyarakat hanya dengan Rp 30 ribu.
Isi paket meliputi beras lima kilogram, gula dua kilogram, minyak goreng dua liter, susu kental manis, sarden, dan kecap manis.
Sebanyak lima desa menjadi sasaran penerima manfaat. Yakni Desa Tondomulo, Kesongo, Mlideg, Panjang, dan Dayukidul.
Penentuan penerima didasarkan pada data masyarakat prasejahtera kategori Desil 1–4 dari pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, menyebut program tersebut mampu meringankan beban ekonomi warga.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa,” ujarnya.
Selain membantu akses bahan pokok terjangkau, program ini juga bertujuan memperluas pemerataan manfaat bagi masyarakat.
Pelaksanaan pasar murah berjalan tertib dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan perangkat desa.
Salah satu penerima manfaat, Jarno, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.
“Paket sembako yang kami terima sangat membantu kebutuhan sehari-hari. Isinya lengkap dan harganya terjangkau,” katanya.
Area Manager Comm, Rel. & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan hasil penjualan paket murah akan dikembalikan kepada masyarakat melalui program sosial.
Program tersebut mencakup perbaikan sarana ibadah, fasilitas umum desa, hingga santunan bagi 100 anak yatim di lima desa.
“Kami ingin kehadiran Pertamina tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Hengky Ristanto