Jawa Pos Radar Madiun - Suasana tenang di kawasan Kalijudan, Surabaya, mendadak berubah menjadi mencekam pada dini hari.
Warga yang tengah beristirahat dikejutkan oleh keributan besar yang terjadi di lingkungan permukiman.
Bentrokan yang melibatkan kelompok perguruan silat tidak hanya memicu kepanikan, tetapi juga menyebabkan korban serta kerusakan kendaraan milik warga.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 00.30 WIB di kawasan Jalan Kalijudan Gang 10, 12, dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.
Bentrokan Diduga Berawal dari Konvoi Menuju Lokasi Pengesahan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan bermula ketika rombongan anggota PSHT melakukan perjalanan menuju lokasi pengesahan di kawasan Kenjeran Park.
Di tengah perjalanan, situasi diduga memanas setelah muncul aksi provokasi dari kelompok lain.
Ketegangan yang awalnya terjadi di jalan kemudian merembet hingga memasuki kawasan permukiman warga.
Akibatnya, sejumlah gang di wilayah Kalijudan berubah menjadi lokasi bentrokan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
Warga Terbangun karena Suara Keributan
Salah seorang warga Kalijudan XII, Heri (50), mengaku tidak mengetahui awal mula kejadian.
Namun, ia terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara gaduh yang cukup keras dari luar rumah.
"Kalau awal mulanya saya enggak tahu, tahu-tahu saya tidur, saya terkejut dengar ramai-ramai. Saya bangun sekitar jam 1an," tutur Heri.
Menurut keterangan warga, ketegangan sebenarnya telah terasa sejak sore hari. Namun, kondisi memuncak sekitar pukul 01.00 WIB saat massa mulai memasuki area permukiman.
Massa Disebut Membawa Berbagai Benda Berbahaya
Sejumlah saksi menyebut kelompok massa berlarian masuk ke gang-gang sambil membawa berbagai benda seperti balok kayu, batu, hingga senjata tajam.
Selain itu, petasan juga beberapa kali dinyalakan yang semakin menambah kepanikan warga sekitar.
Kawasan Kalijudan Gang XII diketahui menjadi salah satu wilayah yang identik dengan perguruan silat lain sehingga situasi semakin mudah memanas.
Satu Warga Kritis dan Kendaraan Rusak
Baca Juga: Bingung Mau Minum Apa untuk Bisa Kembalikan Mood Ceriamu? Solusinya Minum Matcha
Bentrok yang terjadi di tengah kawasan padat penduduk tersebut menimbulkan dampak serius.
Seorang warga dilaporkan mengalami kondisi kritis akibat insiden tersebut. Selain itu, sedikitnya dua unit mobil mengalami kerusakan setelah menjadi sasaran aksi perusakan.
Banyak warga memilih bertahan di dalam rumah dan mengunci pintu demi menghindari kemungkinan menjadi korban saat bentrokan berlangsung.
Keamanan Perguruan Silat Kembali Jadi Sorotan
Peristiwa di Kalijudan kembali menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas menjelang agenda pengesahan warga perguruan silat yang rutin digelar di sejumlah daerah di Jawa Timur.
Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai daerah telah menggelar deklarasi damai, sarasehan,
Baca Juga: Teleskop Baru NASA Siap Diluncurkan 2026, Mampukah Mengungkap Misteri Terbesar Alam Semesta?
hingga pengamanan khusus untuk mencegah terjadinya bentrokan antar kelompok yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.
Kasus di Kalijudan menjadi pengingat bahwa koordinasi antar pihak, termasuk aparat keamanan, tokoh perguruan silat, dan masyarakat,
memiliki peran penting untuk memastikan kegiatan berlangsung aman tanpa menimbulkan korban maupun kerugian bagi warga. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun