Jawa Pos Radar Madiun – Setelah Malang dan Ponorogo menuntaskan persaingan, giliran Tulungagung menjadi panggung berikutnya.
Sebanyak 16 tim pelajar bakal memulai perburuan tiket grand final Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak 2026 Zona 3 Tulungagung, Senin (7/9).
Persaingan kali ini mempertemukan tim-tim dari Tulungagung, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan Trenggalek. Seluruh pertandingan dipusatkan di Pulerejo Sport Park.
Dengan hanya satu tiket menuju grand final yang diperebutkan, setiap pertandingan bakal menentukan. Apalagi, seluruh peserta telah menyelesaikan delegate meeting sebelum kompetisi dimulai.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan panitia memastikan seluruh tim memahami aturan main maupun regulasi pertandingan. Dengan persiapan yang telah dilakukan, duel antarpelajar diprediksi berlangsung ketat sejak laga pembuka.
Ketua Panitia Andrian Sunaryo mengatakan seluruh kebutuhan turnamen telah disiapkan. Panitia tidak hanya memastikan kesiapan arena pertandingan, tetapi juga pemahaman peserta terhadap regulasi.
“Persiapan sudah dilakukan dengan matang. Delegate meeting juga sudah digelar dan 16 tim sudah memahami aturan main serta regulasi pertandingan,” ujarnya.
Mencari Kampiun Ketiga
Bahlil Mini Soccer Zona 3 Tulungagung menjadi kelanjutan rangkaian turnamen yang sebelumnya telah berlangsung di dua zona.
Zona 1 di Malang lebih dulu melahirkan SMAN 1 Tumpang sebagai juara. Mereka merebut tiket grand final setelah mengalahkan SMK Brantas Karangkates dengan skor telak 5-1.
Persaingan kemudian berlanjut ke Zona 2 di Ponorogo. SMAN 1 Maospati keluar sebagai kampiun setelah menundukkan MAN 2 Kota Madiun 2-0 pada partai final.
Kini, satu nama berikutnya bakal lahir dari Pulerejo Sport Park.
Sebanyak 16 tim Bahlil Mini Soccer dari empat daerah akan bersaing untuk menjadi kampiun Zona 3 sekaligus menjaga asa melanjutkan perjalanan ke grand final.
Tak Cukup Hanya Latihan
Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung Jairi Irawan menilai turnamen tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menyalurkan hobi sekaligus menguji kemampuan yang selama ini diasah melalui latihan.
Menurut dia, latihan rutin perlu dibarengi kompetisi. Sebab, pertandingan memberikan pengalaman berbeda bagi pemain untuk mengukur kemampuan mereka dalam situasi sesungguhnya.
“Mereka setiap hari berlatih. Setidaknya harus ada event-event tertentu yang bisa mengasah kemampuan mereka. Setelah latihan, tentu harus ada pertandingan,” ujarnya.
Bahlil Mini Soccer diharapkan menjadi salah satu ruang tersebut. Para pemain tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan teknik, tetapi juga menghadapi tekanan kompetisi dan belajar bersaing secara sportif.
Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Sukses Besar, Ali Mufthi Beri Apresiasi Tambahan
Dorong Anak Muda Aktif dan Produktif
Ketua DPD Golkar Trenggalek Arik Sriwahyuni juga memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen.
Menurut dia, turnamen mini soccer pelajar dapat menjadi sarana mengarahkan energi generasi muda ke aktivitas yang lebih positif dan produktif.
“Anak muda harus diarahkan ke kegiatan positif, sehingga tidak hanya berkutat dengan gawainya. Selamat bertanding dan jaga sportivitas,” pesannya.
Pesan serupa disampaikan Ketua DPD Golkar Kabupaten Blitar Anik Wahjuningsih.
Dia menilai pertandingan tidak seharusnya hanya dilihat dari hasil akhir berupa kemenangan atau kekalahan. Turnamen tersebut juga menjadi bagian dari upaya membersamai generasi muda, khususnya Gen Z.
“Kami berharap semua bertanding dengan baik. Kami pun tidak segan memberi apresiasi tersendiri bagi tim asal Kabupaten Blitar jika masuk 3 besar,” tuturnya.
Mini Soccer Jadi Ruang Mendekati Gen Z
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kota Blitar RM Hardi Usodo melihat Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak 2026 dari sisi lain.
Menurut dia, turnamen olahraga dapat menjadi salah satu medium untuk mendekatkan generasi muda dengan politik. Dia berharap kegiatan tersebut membuat anak muda tidak apatis terhadap politik sekaligus melihat bahwa aktivitas politik dapat dikemas melalui kegiatan yang dekat dengan mereka.
“Selamat bertanding. Tetap jaga sportivitas selama turnamen berlangsung,” tegasnya.
Kini, panggung sudah siap dan 16 tim tinggal membuktikan kemampuan di lapangan.
Setelah SMAN 1 Tumpang berjaya di Malang dan SMAN 1 Maospati menjadi kampiun di Ponorogo, giliran Zona 3 Tulungagung menentukan siapa yang berhak melanjutkan perjalanan ke grand final. (*)
Editor : Mizan Ahsani