Jawa Pos Radar Madiun - Tinggal selangkah menuju regional Jawa Timur. SMAN 1 Kauman dan SMAN 4 Blitar bakal bentrok di partai final Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 3 Tulungagung setelah melewati persaingan sengit hingga babak semifinal, Selasa (8/9).
Pertarungan dua tim tersebut bukan hanya menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi.
Sang juara juga bakal membawa tiket untuk melanjutkan perjuangan ke regional Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang.
Persaingan Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 3 Tulungagung memang semakin panas memasuki fase gugur.
Sejak perempat final hingga semifinal, setiap tim mengeluarkan kemampuan terbaik untuk mempertahankan peluang menjadi kampiun.
Baca Juga: Apple Siapkan iPhone Lipat Pertama, Nama iPhone Duo Muncul Jelang Peluncuran
Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung Jairi Irawan mengaku ikut merasakan ketegangan selama menyaksikan pertandingan. Bahkan, sempat muncul tensi berlebih di lapangan meski akhirnya dapat diselesaikan.
’’Hari ini deg-degan lah karena kita lihat ada sedikit ketegangan yang berlebih. Itu wajarlah karena di dalam turnamen, di dalam pertandingan, sehingga sudah didamaikan. Insyaallah nanti dalam pertandingan final semoga tidak ada ketegangan lagi,’’ tuturnya.
Terlepas dari tingginya tensi pertandingan, Jairi mengapresiasi semangat dan antusiasme para pemain.
Kompetisi antarsekolah tersebut dinilai memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
SMAN 1 Kauman dan SMAN 4 Blitar akhirnya menjadi dua tim yang bertahan hingga partai puncak. Keduanya bakal menentukan siapa yang terbaik di Zona 3 Tulungagung.
Jairi menilai kedua sekolah memiliki potensi pemain yang mumpuni. Karena itu, pertandingan final diprediksi berlangsung menarik.
Baca Juga: Daftar Nominasi Ballon d'Or 2026 Diumumkan Hari Ini: Panggung Persaingan Mbappe vs Kane?
’’Alhamdulillah yang lolos adalah SMA 1 Kauman melawan SMA 4 Blitar. Ketika kita lihat dua-duanya adalah sarangnya atlet. Semoga nanti final menjadi tempat yang menarik, tidak hanya nafsu tapi bagaimana membangun kebersamaan pada mereka berdua,’’ katanya.
Dia berharap tingginya ambisi merebut gelar tidak membuat pemain kehilangan sportivitas.
Laga puncak justru diharapkan menjadi panggung bagi kedua tim untuk menunjukkan kualitas permainan terbaik sekaligus menjaga kebersamaan antarpelajar.
Turnamen tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemain untuk memperlihatkan kemampuan di luar lingkungan sekolah. Pengalaman menghadapi pertandingan kompetitif diharapkan menjadi modal untuk pengembangan kemampuan mereka ke depan.
Terlebih, hadiah bagi sang kampiun bukan sebatas gelar juara Zona 3. Tim terbaik akan mendapatkan kesempatan melanjutkan persaingan pada level regional Jawa Timur. ’’Dua-duanya yang terbaik nanti, Insya Allah yang pemenang akan kita bawa ke regional Jawa Timur pada Oktober mendatang,’’ tandas Jairi. (*)
Editor : Mizan Ahsani