Jawa Pos Radar Madiun - Semarak kompetisi sepak bola mini di kalangan pelajar kembali memanaskan atmosfer olahraga di wilayah Jawa Timur.
Turnamen bergengsi bertajuk Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 6 Mojokerto Raya-Jombang akhirnya resmi digeber pada Kamis (17/9).
Ajang adu gengsi bagi para talenta muda dari tingkat SMA sederajat ini dipusatkan di lapangan Asri Sport Center, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa atau yang akrab disapa Gus Barra, dijadwalkan hadir langsung untuk meresmikan pembukaan kompetisi.
Dalam agenda seremoni pembukaan tersebut, Gus Barra turut didampingi oleh jajaran pimpinan DPD Partai Golkar Jawa Timur beserta pengurus daerah Mojokerto dan Jombang.
Sistem Gugur dan Persiapan Matang Tim Unggulan
Sebanyak 16 tim sekolah dari dua wilayah bertetangga tersebut siap bertarung mati-matian memperebutkan takhta juara.
Persaingan dipastikan berjalan sangat sengit lantaran panitia penyelenggara menetapkan format kompetisi dengan sistem gugur.
Regulasi ketat ini memaksa seluruh peserta untuk meraih kemenangan mutlak di setiap laga, tanpa ada kesempatan kedua jika menelan kekalahan.
Gengsi turnamen langsung terasa memanas di hari pertama dengan tersajinya laga big match antara SMK Tamansiswa Kota Mojokerto melawan SMAN 1 Puri.
Kedua sekolah unggulan ini dikenal memiliki rekam jejak mentereng dan kerap menjadi langganan juara di berbagai kompetisi futsal regional.
Tim SMK Tamansiswa, atau yang populer dengan julukan Skata, rupanya tidak main-main dan telah menggembleng fisik pemainnya sejak satu bulan terakhir.
Guru olahraga sekaligus pelatih utama Skata, Fandani Yuli Prasetya, membeberkan strategi taktis yang dibebankan kepada anak asuhnya.
’’Karena jumlah pemain di mini soccer ini lebih sedikit dari sepak bola. Artinya, permainan taktis harus lebih jalan. Fisik pemain juga kami drill habis-habisan karena jadwal turnamen ini sangat padat,’’ ungkap Fandani.
Di kubu lawan, skuad SMAN 1 Puri yang mengusung nama kebesaran Castle juga telah menyiapkan 15 pemain tangguh di bawah usia 17 tahun.
Di bawah komando kapten tim Galang Dwi Saputra, para pemain diwajibkan melahap menu latihan ekstrem berupa lari konstan sejauh 2,5 kilometer setiap hari.
“Pengalaman kami di turnamen futsal Jombang akan menjadi modal berharga untuk menata mental dan menambah semangat tanding anak-anak Castle,’’ ujarnya.
Baca Juga: Hasil Voli Asian Games 2026: Korea Hajar Hong Kong, Dua Pemain Hyundai Hillstate Cetak 17 Poin
Dukungan Penuh KSMI dan Pesan Pembinaan
Bagi para suporter yang ingin memberikan dukungan langsung, berikut adalah rincian lengkap bagan pertandingan babak penyisihan:
-
SMK Tamansiswa Kota Mojokerto vs SMAN 1 Puri
-
SMKN 1 Jetis vs SMAN 1 Ngoro Jombang
-
SMAN 3 Mojokerto vs SMAN 1 Ngoro Mojokerto
-
SMAN 2 Mojokerto vs SMAN 1 Mojokerto
-
SMK Diponegoro Jombang vs SMK DB 1 Jombang
-
SMAN 1 Bangsal Mojokerto vs SMAN Kesamben Jombang
-
SMK Nasional Mojosari vs SMKN Mojoagung
-
SMAN 1 Pacet vs SMA PGRI 2 Jombang
Untuk menjaga kualitas dan profesionalitas pertandingan, panitia telah menggandeng secara resmi Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Mojokerto sebagai penyedia perangkat wasit.
Aspek keselamatan pemain di lapangan juga dijamin penuh dengan hadirnya tim medis dari Puskesmas Ngoro yang bersiaga selama pertandingan berlangsung.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah V DPD Partai Golkar Jatim, Sumardi, menegaskan komitmen pihaknya terhadap pembinaan atlet muda secara berkelanjutan.
“Kita berharap turnamen ini bisa menjadi satu proses kepada mereka (pemain) dalam peningkatan prestasi dan ini yang kita dukung. Kita berharap bisa lahir atlet muda yang berbakat dari kegiatan kita ini,’’ terangnya.
Sumardi berharap turnamen skala besar yang baru pertama kali merangkul pelajar se-Mojokerto dan Jombang ini bisa membentuk karakter positif di luar jam sekolah.
’’Agar kegiatan seperti ini bisa menjadi habit yang baik dan positif bagi generasi muda dan bisa menjadi prestasi bagi mereka,’’ pungkasnya. (*)
Editor : Mizan Ahsani