Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 16 tim SMA/SMK sederajat dari empat kabupaten di Madura siap bersaing di Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak. Seluruh peserta membawa semangat yang sama: tampil maksimal dan meraih kemenangan.
Turnamen tersebut bakal digelar mulai Kamis (24/9) di Puri Dewata Mini Soccer Pamekasan. Selain menjadi arena adu kemampuan di lapangan, kompetisi itu juga menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah sportivitas, disiplin, kerja sama, dan jiwa kepemimpinan.
Babak penyisihan dipastikan langsung menyajikan duel-duel menarik. SMAN 3 Pamekasan harus melewati adangan SMA 1 Sampang. Di laga lainnya, SMATA Duba Pamekasan ditantang sesama wakil Kota Gerbang Salam, SMKN 2 Pamekasan.
Persaingan tak kalah panas tersaji di antara wakil Kota Keris. SMAN Ambunten Sumenep akan beradu kekuatan dengan SMAN 1 Sumenep. Sementara itu, SMKN 2 Sampang bakal mendapat ujian dari wakil Bangkalan, SMK Nurul K Bangkalan.
Laga lainnya mempertemukan SMAN 2 Sumenep dengan SMAN 2 Pamekasan. SMAN 3 Sampang juga harus bekerja keras saat berhadapan dengan MAN 2 Pamekasan. Wakil Bangkalan lainnya, MA Nurul K, akan menghadapi SMAN 4 Pamekasan.
Sedangkan SMAN 1 Kedungdung Sampang bakal berduel dengan SMKN 1 Pamekasan. Delapan pertandingan tersebut menjadi langkah awal bagi setiap tim untuk membuka jalan menuju babak berikutnya. Tak ada ruang untuk sekadar tampil.
Setiap tim harus berjuang habis-habisan karena kemenangan menjadi tiket untuk terus menjaga asa menjadi juara. Pelatih Tim SMAN 3 Pamekasan A. Taufiqurrahman Ali menyebut timnya siap tampil penuh dalam turnamen tersebut. Persiapan tim sudah mencapai seratus persen.
Di kompetisi lainnya, SMAN 3 Pamekasan berhasil mencapai final dan menjadi runner-up. Turnamen kali ini menjadi kesempatan bagi para pemain untuk melanjutkan catatan prestasi sekaligus menguji kemampuan menghadapi lawan dari berbagai daerah. ’’Kami mengapresiasi gelaran turnamen ini. Kami berharap bisa meraih prestasi dan menjadi wakil Madura ke tingkat Jawa Timur,’’ ujar Taufiq.
Dia menegaskan, target prestasi tetap harus berjalan beriringan dengan sportivitas. Timnya berkomitmen menjunjung fair play dan menjadikan pertandingan sebagai sarana mempererat silaturahmi antarpelajar.
Manajer Tim SMKN 1 Pamekasan Andika Praditya Putra mengatakan, timnya juga telah melakukan persiapan rutin. Latihan digelar setiap pekan dan diperkuat dengan sejumlah laga uji coba sebelum turnamen.
Namun, Andika mengakui timnya masih harus membaca kekuatan lawan. ’’Secara teknis kami sudah siapkan fisik, pemahaman taktis, dan starting line-up,’’ ujarnya.
Andika mengapresiasi kesempatan bertanding yang diberikan melalui Bahlil Mini Soccer. Menurut dia, kompetisi seperti ini penting karena mini soccer masih tergolong cabang olahraga baru dan banyak sekolah membutuhkan pengalaman bertanding.
Ketua Panitia Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Arif Fathoni mengatakan, seluruh tim yang ambil bagian memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Karena itu, peserta diminta bermain sungguh-sungguh dan menjaga semangat juang sejak pertandingan dimulai.
’’Kami yakin anak-anak muda ini adalah calon pemimpin masa depan. Semua peserta yang hadir ini adalah calon pemimpin,’’ kata dia.
Menurut Arif, semangat menjadi juara harus berjalan beriringan dengan kesiapan untuk mengikuti aturan dan arahan. Dalam permainan tim, setiap pemain memiliki peran yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
’’Orang akan jadi pemimpin kalau siap dipimpin. Di mini soccer ada pelatih, kapten, dan pemain. Di situ harus patuh,’’ jelasnya.
Dia menambahkan, persaingan dalam turnamen bukan sekadar soal mencetak gol atau memenangkan pertandingan.
Setiap pemain dituntut mampu bekerja sama, menghormati lawan, mematuhi regulasi, serta menjaga sikap selama pertandingan.
Semangat juara juga harus ditunjukkan saat menghadapi tekanan. Kemenangan tidak boleh membuat pemain kehilangan kendali. Sebaliknya, kekalahan harus diterima dengan lapang dada dan dijadikan pengalaman untuk berkembang.
Arif menegaskan, sikap peserta selama turnamen juga membawa nama baik sekolah masing-masing. Karena itu, seluruh pemain diminta menjaga sportivitas dan integritas sepanjang kompetisi. ’’Jaga nama baik sekolah. Jaga nama baik Golkar dan Jawa Pos Radar. Kami berkomitmen menjaga integritas,’’ tegas pria yang akrab disapa Mas Toni itu.
Dia menyebut, olahraga juga dapat menjadi sarana pendidikan politik bagi generasi muda. Nilai kepemimpinan dan tanggung jawab dapat dikenalkan melalui pengalaman langsung ketika mereka berada dalam sebuah tim.
’’Golkar sebagai partai politik berkewajiban memberikan pendidikan politik. Sepak bola atau mini soccer ini menjadi salah satu ajang menguji nilai kepemimpinan,’’ imbuhnya.
Direktur Jawa Pos Radar Madura Abdul Aziz mengatakan, kompetisi olahraga memberikan pengalaman berharga bagi peserta. Di lapangan, mereka belajar menghadapi kemenangan, kekalahan, tekanan, serta keputusan yang tidak selalu sesuai dengan keinginan.
’’Di lapangan, anak-anak tidak hanya belajar menang dan kalah. Mereka juga belajar disiplin, bekerja sama, menghormati aturan, dan bertanggung jawab terhadap tim,’’ kata Aziz.
Dia berharap seluruh peserta tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membawa pulang pengalaman dan nilai positif dari turnamen. Sebab, semangat juara tidak berhenti ketika pertandingan selesai.
’’Yang kami harapkan bukan hanya lahir juara di lapangan. Ada nilai yang mereka bawa pulang, terutama disiplin, tanggung jawab, sportivitas, dan integritas,’’ pungkasnya.
Pengurus DPD Golkar Pamekasan Hery Purwanto menambahkan, kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pembinaan atlet muda. Ajang antarpelajar dinilai penting untuk memberi ruang kepada pemain mengasah kemampuan melalui pertandingan kompetitif.
Menurut Hery, pembinaan atlet tidak cukup hanya dilakukan melalui latihan. Pemain muda membutuhkan pengalaman bertanding agar kemampuan teknis, mental, disiplin, dan kerja sama tim terus berkembang.
’’Ini bagian dari upaya mendorong pembinaan atlet. Anak-anak harus diberi ruang bertanding, sehingga mereka punya pengalaman dan mental kompetisi,’’ katanya. (afg/han)