Jawa Pos Radar Madiun – Pamekasan menunjukkan tajinya di ajang Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 8 Madura. Tiga dari empat tiket semifinal sukses diborong oleh wakil tuan rumah.
Ketiga tim asal Pamekasan tersebut adalah SMAN 2, SMAN 4, dan SMAN 3. Sementara satu slot tersisa berhasil diamankan oleh SMAN Ambunten Sumenep.
Langkah SMAN 2 Pamekasan ke semifinal dipastikan lewat kemenangan dramatis. Mereka sukses menundukkan MAN 2 Pamekasan dengan skor tipis 2-1.
Jejak positif tersebut langsung diikuti oleh SMAN 4 Pamekasan. Mereka tampil apik mengandaskan perlawanan SMAN 1 Kedungdung Sampang dengan skor 4-2.
Dominasi tuan rumah akhirnya digenapkan oleh SMAN 3 Pamekasan. Mereka menang meyakinkan tiga gol tanpa balas atas SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar.
Di sisi lain, SMAN Ambunten Sumenep sukses melaju mulus tanpa harus bertanding. Lawan mereka, SMKN 2 Sampang, dinyatakan gugur atau walk out (WO) karena datang terlambat.
Ketua Panitia Turnamen, Arif Fathoni, menegaskan bahwa tensi persaingan akan semakin berat. Keempat tim diwajibkan segera mematangkan kondisi fisik dan strategi.
"Setelah ini persaingan makin ketat. Evaluasi sangat penting agar kesalahan yang sama tidak terulang," pesan Arif.
Direktur Jawa Pos Radar Madura, Abdul Aziz, turut memuji kualitas pertandingan babak delapan besar. Ia menilai semua tim tampil ngotot dengan semangat juang tinggi.
"Permainannya sangat kompetitif. Kami berharap atmosfer ketat ini tetap diimbangi dengan sportivitas tinggi di semifinal," ungkap Aziz.
Sementara itu, Pengawas Pertandingan Abdul Hamid menyoroti tingginya intensitas permainan. Hal ini tak lepas dari gengsi perebutan trofi bergengsi Piala Jawa Timur.
"Apalagi mini soccer tergolong cabor baru. Antusiasme anak-anak di lapangan benar-benar luar biasa," jelas Hamid.
Di kubu penantang, Pelatih SMAN Ambunten Sumenep, Nur Khalis, mengaku bersyukur timnya menembus semifinal. Apalagi, ini adalah turnamen mini soccer perdana bagi mereka.
"Kami biasanya main sepak bola lapangan besar. Syukur bisa jadi satu-satunya wakil Sumenep yang lolos," kata Khalis.
Terkait tekanan mental bermain di kandang lawan, Khalis mengaku tidak ambil pusing. Jam terbang anak asuhnya dari berbagai laga persahabatan dinilai sudah cukup sebagai modal.
"Pemain sudah terbiasa dengan tekanan. Di semifinal nanti, saya hanya minta mereka main lepas tanpa beban," pungkasnya. (afg/han)
Editor : Mizan Ahsani