MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Dua bulan belakangan aktivitas di Terminal Bus Caruban sempat menggeliat. Namun, memasuki November ini kembali sepi. ‘’Awal bulan ini menurun sekitar enam persen dibanding dua bulan terakhir,’’ kata Admin Terminal Caruban Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Ramelan, Selasa (9/11).
Berdasarkan catatannya, mulai 1 hingga 7 November ada 176 penumpang dari 388 armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Sedangkan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) 62 penumpang dari 101 armada. ‘’Padahal dua bulan terakhir hampir stabil, untuk bulan ini turun drastis lagi,’’ ujarnya.
Dari jumlah penumpang bus AKAP, paling banyak jurusan Surabaya. Sedangkan bus AKDP kebanyakan penumpang jurusan Ngawi. ‘’Biasanya kalau yang ke Ngawi paling dominan pedagang pasar yang mangkal di Ngawi,’’ ujarnya.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Terminal Caruban Dishub Jatim Paiman menduga penurunan jumlah penumpang lantaran ada syarat menunjukkan hasil rapid test antigen. Pun, sudah divaksin Covid-19 dosis satu dan dua.
Sejak syarat tersebut diberlakukan, pihaknya memang ketat melakukan pengecekan pada penumpang di Terminal Bus Caruban. ‘’Sebelumnya diwajibkan bukti PCR, tapi berselang beberapa hari diubah cukup rapid test antigen,’’ terangnya.
Selain itu, banyak penumpang yang naik atau turun di luar terminal. Mereka enggan masuk terminal. ‘’Jadi, terminal lebih sepi dari biasanya. Padahal pengecekan tersebut juga untuk kebaikan para penumpang. Sedangkan untuk penumpang AKDP tidak perlu menunjukkan hasil rapid test antigen,’’ paparnya. (tr1/c1/sat/her)
Editor : Hengky Ristanto