Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Libur Lebaran, Pemkab Madiun Buka Semua Objek Wisata

Hengky Ristanto • Minggu, 1 Mei 2022 | 14:47 WIB
INDAH: Waduk Bening Widas dibuka untuk menampung kunjungan pemudik saat Libur Lebaran. (R BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)
INDAH: Waduk Bening Widas dibuka untuk menampung kunjungan pemudik saat Libur Lebaran. (R BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lebaran tahun ini bakal berasa spesial bagi pelaku usaha sektor pariwisata. Mengingat dalam dua tahun terakhir mereka ”gagal panen” akibat pandemi Covid-19. Idul Fitri kali ini libur panjang hingga banyak pengunjung di depan mata. ‘’Semua destinasi wisata boleh buka,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun Anang Sulistijono, Minggu (1/5).


Sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Madiun 188.45/441/KPTS/402.013/2019, total ada 44 destinasi wisata di kabupaten ini. Perinciannya, wisata alam 20 objek, buatan (13), sejarah (5), dan religi (6). Puluhan opsi liburan selama momen Lebaran tersebar di berbagai wilayah kecamatan. ‘’Tapi, tetap ada pembatasan karena Covid-19 belum berakhir sepenuhnya,’’ ungkap Anang.


Apalagi pemerintah pusat juga membolehkan mudik Lebaran tahun ini. Sehingga, ada potensi jumlah wisatawan membeludak. Kendati demikian, semua tetap mengacu regulasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat  (PPKM). Yakni, Inmendagri 22/2022 yang berlaku mulai 19 April sampai 9 Mei mendatang. Kabupaten Madiun masuk PPKM level 2. ‘’Maksimal pengunjung 75 persen,’’ ujar Anang.


Perihal virus korona tetap mendapat perhatian khusus. Anang mengatakan, pihaknya telah menyurati seluruh pengelola tempat wisata se-Kabupaten Madiun agar waspada. Protokol kesehatan (prokes) wajib diterapkan. ‘’Kami tekankan untuk tetap patuh prokes. Pakai masker, menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan, jaga jarak, serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi,’’ jelasnya.


Disparpora enggan kecolongan. Selain imbauan, bakal ada monitoring situasi dan kondisi objek wisata. Itu agar kelonggaran pada momen Lebaran ini tidak menjadi bumerang. ‘’Kami berharap seluruh pengelola wisata bertanggung jawab terhadap destinasi masing-masing. Jangan sampai kasus Covid-19 meledak di kemudian hari,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

Editor : Hengky Ristanto
#lebaran #Pariwisata #Kabupaten Madiun #Pemkab Madiun