MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Momen Idul Adha membawa berkah bagi perajin tusuk bambu di Dusun Tempuran, Desa Bangunsari, Dolopo. Omzet meningkat hingga puluhan juta rupiah seiring tingginya permintaan. ‘’Biasanya sekitar Rp 25 juta, bulan ini sampai Rp 35 juta,’’ ungkap Nahrowi, salah seorang perajin, kemarin (29/6).
Dalam sehari, Nahrowi dibantu dua pegawainya memproduksi 1-2 kuintal tusuk bambu berbagai ukuran. Dari jumlah itu bisa habis terjual 80 kilogram sampai 1 kuintal. ‘’Paling banyak dicari tusuk sate kambing. Diameternya lebih besar dari tusuk untuk sate ayam,’’ sebutnya.
Selain untuk mengolah sate, tusuk bambu buatan Nahrowi juga biasa digunakan untuk jajanan cilok serta sundukan angkringan seperti sosis, telur, dan tahu. Panjangnya mulai 15 sentimeter hingga 24 sentimeter. Sementara, pelanggannya dari berbagai daerah mulai wilayah Madiun Raya, Bojonegoro, Surabaya, hingga Palembang.
Bahkan, Nahrowi pernah mendapat order tusuk bambu dari Papua. ‘’Untuk meruncingkan dan menghaluskan sudah pakai mesin,’’ ujarnya. ‘’Bahannya bambu ori dan petung. Kalau sudah kering bobotnya lebih berat dibanding jenis lain,’’ imbuh Nahrowi.
Nahrowi membanderol tusuk bambu buatannya dengan harga bervariasi. Tusuk sate ayam Rp 17.000 per kilogram. Sedangkan untuk sate kambing Rp 13.000. (mg3/isd)
Editor : Mizan Ahsani