MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hidup segan, mati tak mau. Pepatah itu cocok untuk menggambarkan kondisi Pasar Caruban Baru saat ini. Bagaimana tidak, ratusan kios dan los pasar yang berlokasi di Kelurahan Bangunsari, Mejayan, tersebut kini tutup. Minimnya omzet penjualan menjadi biang keladinya.
Kepala Pasar Caruban Baru Sadimin mengatakan, saat ini dari 1.234 total kios dan los di pasar itu, 40 persen atau sekitar 495 di antaranya tidak digunakan untuk berjualan meski telah bertuan alias sudah beratas nama penyewa. ‘’Rata-rata tidak dibuat jualan karena sepi. Dagangannya tidak laku, akhirnya gulung tikar,’’ bebernya kemarin (8/7).
Sadimin menyebutkan, ratusan kios yang kini tak difungsikan itu mayoritas menjual pakaian di lantai 2. Pun, pihaknya sudah melayangkan surat imbauan agar ditempati. Namun, sejauh ini belum ada respons. ‘’Bahkan, banyak yang sudah berganti pemilik hak sewa di luar sepengetahuan kami,’’ ujarnya.
Berdasarkan peraturan daerah, kata Sadimin, jika kios dan los tidak difungsikan dalam jangka waktu tertentu pihak pemkab bisa mencabut hak sewanya atau mengambilalih. ‘’Soal itu nanti akan kami sampaikan dulu ke pimpinan,’’ tuturnya.
Sadimin menambahkan, pihak pengelola sejatinya sudah berusaha meramaikan pasar dengan menggelar berbagai event. Namun, lokasi pasar yang jauh dari permukiman, upaya itu tidak membuahkan hasil signifikan. (ryu/isd)
Ratusan Pedagang Tak Jualan
- 1.234 Total kios dan los
- 495 Tidak difungsikan
- Kios yang tutup mayoritas jual pakaian
Editor : Mizan Ahsani