MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Selama satu semester terakhir, ratusan warga harus menjalani perawatan RSUD Caruban akibat diare. Pun, angka pasien penyakit tersebut menunjukkan tren kenaikan dibanding periode sama tahun lalu.
Catatan RSUD Caruban, sepanjang Januari-Juni 2022 lalu terdapat total 134 pasien diare yang dirawat di rumah sakit pelat merah itu. Sementara, pada periode sama tahun ini naik menjadi 155. ‘’Pasien kebanyakan anak-anak,’’ kata Kabid Pelayanan RSUD Caruban Suyono.
Suyono menyebutkan, tren peningkatan pasien diare terjadi sejak Februari. Puncaknya pada Mei, yakni sebanyak 35 penderita. Sementara, pada Juni lalu turun sedikit menjadi 33. ‘’Sebanyak 60 persen anak-anak, sisanya orang dewasa,’’ ungkapnya.
Dia menyebutkan, diare dipicu konsumsi makanan yang kurang higienis serta abai menerapkan pola hidup bersih. Stres kejiwaan dan anomali cuaca, kata Suyono, juga merupakan faktor penyebab, meski kasusnya tidak signifikan.
Suyono menambahkan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan saat mendapati anggota keluarga yang terkena diare. Hal utama adalah mengembalikan cairan tubuh agar tidak timbul dehidrasi. Terlebih jika sudah muncul gejala seperti suhu badan tinggi, bibir kering, dan gelisah. ‘’Jika itu terjadi, segera bawa ke rumah sakit atau faskes (fasilitas kesehatan, Red) terdekat,’’ pungkasnya. (ryu/isd)
Diare dalam Angka
Bulan 2022 2023
Januari 34 10
Februari 9 24
Maret 18 25
April 21 28
Mei 23 35
Juni 29 33
Total 134 155
Editor : Mizan Ahsani