Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kabupaten Madiun 8 Kali Ganti Pusat Pemerintahan

Mizan Ahsani • Rabu, 19 Juli 2023 | 19:00 WIB
MEGAH: Pendapa Ronggo Jumeno kini menjadi ikon pusat pemerintahan Kabupaten Madiun di Caruban. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)
MEGAH: Pendapa Ronggo Jumeno kini menjadi ikon pusat pemerintahan Kabupaten Madiun di Caruban. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Banyak jejak sejarah menarik yang mewarnai perjalanan Bumi Kampung Pesilat hingga menapaki usia 455 tahun. Mulai pergantian nama kabupaten, pemindahan pusat pemerintahan, hingga kisah heroik melawan penjajah Belanda.

‘’Hari jadi Kabupaten Madiun diambil dari tanggal pelantikan bupati pertama Pangeran Timur atau Pangeran Ronggo Jumeno pada 18 Juli 1568,’’ kata Akhlis Syamsal Qomar, salah seorang sejarawan.

Kala itu, lanjut Akhlis, Madiun masih bernama Purabaya. Pergantian nama menjadi Purabaya terjadi setelah penaklukan oleh Panembahan Senopati alias Suta Wijaya membuahkan hasil pada serangan kali ketiga. ‘’Pemerintahan dilanjutkan oleh Raden Ayu Retno Dumilah, putri Pangeran Timur,’’ bebernya.

Pada 1755, kata dia, Madiun menjadi bagian Kasultanan Ngayogyakarta usai terwujudnya Perjanjian Giyanti. ‘’Pada 1810 terjadi pemberontakan oleh Raden Ronggo Prawirodirjo III melawan kolonial Belanda,’’ tuturnya. ‘’Periode 1825-1830 Madiun juga turut serta dalam perang Diponegoro melawan penjajah,’’ lanjut Akhlis.

Dia menyebutkan, Kabupaten Madiun berganti pusat pemerintahan sebanyak delapan kali. Pertama, di era Ngurawan, berada di wilayah Dolopo. Kedua, di Sogaten sekaligus menandai era Islam Purabaya. Berikutnya, di Kuncen, Taman, Kota Madiun.

Pusat pemerintahan juga sempat berada di Kranggan, Geger, di masa pemerintahan Ronggo Prawirodirjo I pasca Perjanjian Giyanti. Sedangkan pada era Ronggo Prawirodirjo III sempat pindah ke Maospati, Magetan. Kemudian, di Pangongangan –lokasi Pendapa Muda Graha- setelah Ronggo Prawirodirjo III wafat. ‘’Terakhir di Caruban itu pada era Bupati Muhtarom,’’ ungkapnya. (ryu/isd)

Editor : Mizan Ahsani
#pusat pemerintahan #Kabupaten Madiun #bupati #puspem