Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sisa Pembakaran Sampah di Sewulan Bawa Petaka, Dua Orang Alami Luka Bakar

Mizan Ahsani • Rabu, 2 Agustus 2023 | 16:00 WIB
BAHAYA: Warga terlihat menyirami abu limbah panas di tanah uruk untuk membuat jalan di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, kemarin (1/8). (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)
BAHAYA: Warga terlihat menyirami abu limbah panas di tanah uruk untuk membuat jalan di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, kemarin (1/8). (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Abu sisa pembakaran sampah yang menumpuk di pinggir sungai Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan memakan korban. Selama kurun waktu dua hari, dua orang celaka setelah menginjak abu panas tersebut.

‘’Senin (31/7) lalu, ada sopir truk yang celaka saat akan membuang tanah uruk di area itu, sehari sebelumnya (30/7) Noval Dwi Akbar, bocah berusia 12 tahun asal desa kami yang juga harus dilarikan ke rumah sakit karena menginjak abu sisa pembakaran sampah itu,’’ ujar warga Desa Sewulan Soni Budianto.

Soni menuturkan, petaka itu bermula setelah Noval bermain di sungai desa setempat. Saat pulang, Noval terpeleset dan tidak sengaja menginjak abu panas sisa pembakaran yang menumpuk di atas tanah uruk.

Noval pun berteriak kesakitan dan dibawa masyarakat ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan. ‘’Sebelum adanya korban, warga di sini tidak tahu kalu abunya masih aktif. Tapi setelah kejadian berturut-turut ini, warga pun dibuat resah,’’ jelasnya, kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Kades Sewulan Heru Susanto mengklaim jika abu panas di atas tanah uruk untuk membuat jalan itu merupakan bekas pembakaran sampah warga. “Itu jalan belum jadi, lalu dimanfaatkan untuk membuang sampah yang biasanya dibakar,” katanya.

Dia memastikan lokasi abu sisa pembakaran sampah itu bukan akses jalan umum. Sebab masih dalam proses pembangunan jalan dan jembatan untuk menghubungkan wilayah Sewulan. Namun pembangunannya masih tersendat karena dana desa terbatas. “Bukan jalan umum, anak-anak yang main di sungai melewati area tersebut tidak sengaja terpeleset,’’ bebernya.

Pihaknya pun telah melakukan sejumlah tindakan agar tidak jatuh korban lagi. Mulai memasang papan peringatan hingga menyiram abu panas dengan air untuk mendinginkan. “Kami miminta warga untuk melarang anak-anaknya bermain ke sungai. Kami juga sudah mengintruksikan RT/RW setempat untuk membuat pembatas dari bambu,” terangnya.

Sementara itu, Noval saat ini menjalani rawat inap di RSUD Dolopo. Dua kakinya mengalami luka bakar yang cukup parah, sekitar 20 persen. Hasil dari pemeriksaan tim dokter rumah sakit pelat merah ini, kedalaman luka bakarnya sudah masuk grade 2B atau tingkat keparahan sedang. Tim dokter sempat melakukan operasi guna membersihkan jaringan-jaringan kulit mati akibat luka bakar tersebut. “Derajat luka bakarnya parsial, atau grade 2B atau sedang. Saat ini kondisi pasien sudah stabil,’’ jelas dokter spesialis bedah RSUD Dolopo dr. Imron Solikhin. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#sewulan #Kabupaten Madiun #radar madiun #sisa pembakaran sampah #luka bakar