MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi larung sesaji masih mengakar kuat di Kabupaten Madiun. Seperti terlihat di Waduk Bening, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan. Masyarakat setempat bersama Perum Jasa Tirta melabuhkan buceng dalam acara Larung Sesaji Bogo Mulyo.
‘’Setiap tahun kami gelar tradisi larungan, dan ini yang ke-18 kali,’’ ujar ketua panitia acara Nyoto Marjoko, kemarin (6/8).
Sebelum dilarung, buceng dan hasil bumi dikirab dari Gardu Padang menuju Dermaga Waduk Bening. Menurutnya, kegiatan ini sebagai wujud rasa syukur warga dan pengelola, khususnya keberadaan waduk yang memberikan manfaat terhadap lingkungan sekitar.
Selain itu juga bentuk promosi wisata Waduk Bening agar semakin dikenal. “Dengan banyaknya pengunjung yang datang maka ikut membantu mitra UMKM yang ada di sekitar waduk,” ungkapnya.
Isi buceng dan sesaji yang dilarung terdiri dari sayuran, termasuk hasil budidaya ikan hingga makanan ikan yang dirangkai sedemikian rupa. Untuk sayuran dan hasil budidaya ikan dibagikan ke warga.
Sedangkan yang dilarung adalah tumpukan makanan ikan agar dikonsumsi biota penghuni waduk. ‘’Harapan kami dari tradisi ini semua mendapatkan kinasih dari Allah SWT. Sesuai denga tema larungan, Bogo itu makanan dan Mulyo itu kemuliana,’’ pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani