Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tradisi Jaring Ikan di Waduk Dawuhan, Sehari Panen 25 Kilogram

Mizan Ahsani • Minggu, 13 Agustus 2023 | 16:00 WIB
EFEK KEMARAU: Warga sekitar menjaring ikan dari Waduk Dawuhan yang airnya menyusut. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)
EFEK KEMARAU: Warga sekitar menjaring ikan dari Waduk Dawuhan yang airnya menyusut. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Musim kemarau seakan menjadi berkah bagi mereka yang tinggal di sekitar Waduk Dawuhan, Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri. Sejak sepekan terakhir, warga berburu ikan tawar di waduk tersebut. Dalam sehari, bisa mendapat 25 kilogram dengan berbagai jenis ikan. ‘’Setiap tahun seperti ini, saat waduk surut kami mencari ikan,’’ ujar petani desa setempat Gunawan.

Tradisi panen ikan waduk rutin dilakukan warga. Tepatnya, saat volume air Waduk Dawuhan menyusut hingga 80 persen dari volume normal. “Biasanya kami mulai menjaring ikan saat siang hari,’’ katanya.

Saat menjaring ikan, biasanya warga bekerja secara berkelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan tiga orang. Untuk jenis ikan yang diperoleh beragam. Dari ikan nila, tombro, kutuk atau gabus, hingga lele.

“Hasil panen ikan tidak tentu, tergantung airnya surut atau tidak. Kalau surut bisa dapat banyak sampai 25 kilogram dalam sehari,” ujarnya.

Setelah ikan tersebut dipanen warga, Pemkab Madiun akan menabur kembali benih-benih ikan saat musim penghujan. “Hasil dari menjaring ikan ini kami jual ke warga sekitar, biasanya sudah ada yang datang untuk beli. Sehari kami memperoleh Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu, nanti dibagi tiga orang per kelompoknya,” imbuh Gunawan.

Tradisi panen ikan tersebut berlangsung selama 15 hari saja di musim kemarau. Pun yang memanen hanya diperbolehkan warga sekitar yang tergabung dalam kelompok tani ikan. Tepatnya dari Dusun Puser dan Dusun Dawuhan saja. “Ini ada tiga kelompok yang cari dengan cara menjaring. Kalau warga selain kelompok tani mau cari ikan di sini bisa, dengan cara memancing,” pungkasnya. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#kemarau #waduk dawuhan #kekeringan #madiun #jaring #ikan tawar