Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pemkab Klaim Stok Aman, Tapi Kenapa Harga Beras di Kabupaten Madiun Mahal?

Mizan Ahsani • Sabtu, 26 Agustus 2023 | 16:00 WIB
KLAIM AMAN: DKPP Kabupaten Madiun tinjau persediaan beras di salah satu penggilingan padi di Desa Palur, Kebonsari, kemarin (25/8). (DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN)
KLAIM AMAN: DKPP Kabupaten Madiun tinjau persediaan beras di salah satu penggilingan padi di Desa Palur, Kebonsari, kemarin (25/8). (DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Biang kerok kenaikan harga beras di pasar terus ditelusuri pemerintah daerah. Dari hasil peninjauan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun ke sejumlah penggilingan padi, mayoritas mengeluhkan kurangnya pasokan bahan baku padi dari petani.

“Panen musim ini banyak padi yang kurang layak masuk penggilingan, jadi bahan baku kami terbatas,” kata Suwito, pengusaha penggilingan padi di Desa Palur, Kebonsari saat peninjauan oleh petugas DKPP, kemarin (25/8).

Kondisi ini membuat pengusaha penggilingan padi mau tidak mau harus bersaing harga untuk mendapatkan pasokan bahan baku. Hal itu membuat harga gabah di petani terkerek naik yang berdampak harga beras di pasar juga ikut melambung.

“KS (kering sawah) sampai dipenggilingan rata-rata Rp 7 ribu per kilogram, sedangkan KG (kering giling) sekarang sudah Rp 7.600 per kilogram,” paparnya. “Untuk faktor susutnya hasil panen, kami kurang mengetahuinya,” tandas Suwito.

Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Madiun Cahyo Sukmono Djati mengklaim berdasarkan catatan neraca ketersediaan dan kebutuhan pangan strategis Agustus ini, persediaan beras di Kabupaten Madiun aman.

Justru cenderung surplus hingga 40.276 ton. “Ketersediaan beras ada 46.973 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi 6.697 ton, ini surplus,” ungkapnya. “Stok di Bulog juga tetap, karena penugasannya dari pemerintah sebagai penstabil harga beras di lapangan,” lanjutnya.

Cahyo tidak menampik jika ada kenaikan harga beras. Saat ini harga beras sudah menyentuhRp 11 ribu per kilogram. Pihaknya menduga kondisi ini terjadi karena penurunan produksi padi di Kabupaten Madiun.

Untuk menekan harga semakin tidak terkendali, dia bersama tim pengendali inflansi daerah (TPID) telah berkoordinasi dengan pusat. Hasilnya operasi pasar menjadi solusi menekan harga beras. “Pasokan beras subsidi ke pedagang ini bukan berkurang tapi dibatasi penjualannya ke masyarakat. Agar tidak ada celah ambil banyak kemudian dijual lagi dengan harga lebih mahal,” pungkasnya. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#Kabupaten Madiun #harga beras #mahal #Stok Aman