MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Menumpuknya kendaraan bermotor dan mobil yang parkir di halaman rumah sakit membuat pihak manajemen RSUD Caruban putar otak. Apalagi banyaknya kendaraan yang terparkir kerap membuat mobil ambulans kurang leluasa bergerak.
Tidak tanggung-tanggung, dana sebesar Rp 3,6 miliar pun telah disiapkan untuk membangun area parkir baru. ‘’Akan kami pindah, apalagi banyak lahan yang kosong di rumah sakit ini,’’ ujar Direktur RSUD Caruban drg. Farid Amirudin.
Dia menjelaskan, area parkir akan dipindah ke lahan yang ada di bagian belakang. Tepatnya dekat dengan ruang bidara. Nanti lahan parkir yang baru itu akan dilengkapi dengan atap. Namun Farid belum bisa membeber luasan lahan dan kapasitas parkiran yang akan dibuat.
Baca Juga: El Nino Picu Gejolak Harga Pangan? Begini Penjelasannya
Dia menjamin parkiran beratap buatan rumah sakitnya sudah disesuikan dengan jumlah tempat tidur (TT). Pun dengan perhitungan satu pasien tidak hanya membawa satu mobil. ‘’Ada aturan RS seperti itu,’’ tuturnya
Parkiran sepeda motor dan mobil itu sengaja dilengkapi atap agar pengunjung mau memanfaatkannya. Tanpa atap dikhawatirkan bakal beralih ke parkiran lainnya. Celakanya sampai parkir sembarangan. ‘’Alokasi anggarannya sudah siap, saat ini masih proses lelang,’’ bebernya.
Masa kontrak proyek pembangunan parkir beratap itu disebutnya 105 hari kerja. Farid menargetkan, 10 Desember pekerjaan rampung.
Pembangunan parkiran beratap menjadi prioritas lantaran parkiran depan kerap crowded, menganggu mobil ambulans dan pasien kritis masuk. ‘’Kesan crowded itu kami hilangkan dengan menyiapkan parkiran di belakang dan depan nanti dibuatkan taman,’’ jelasnya. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani