MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penyusutan volume air Waduk Dawuhan bikin waswas. Pasalnya, akan ada banyak desa yang terancam dilanda kekeringan.
Maklum saja, petani di sekitar Waduk Dawuhan di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri itu masih ngotot menggunaan air waduk untuk mengairi ribuan hektare sawah.
Sebenarnya penyusutan volume air Waduk Dawuhan sudah dirasakan petani sejak Juni lalu. Debit air terus menurun, menyebabkan irigasi sawah tidak berfungsi normal.
‘’Khawatir sawahnya kurang air. Waswas kalau sampai gagal panen,’’ ujar salah seorang petani Tamsi, kemarin.
Petani lantas ngotot menanam padi dan nekat menggunakan bantuan pompa air atau disel.
“Alternatifnya sekarang ini harus pakai disel untuk mengairi sawah, terpaksa tambah pengeluaran lagi,” ujarnya.
“Untuk saat ini volume di bawah 10 persen, air tidak bisa keluar. Yang tersedia ini untuk pemeliharaan tubuh bendungan,” jelasnya kepada Radar Caruban.
Agung menambahkan luasan lahan yang terdampak kekeringan sekitar 1.723 hektare. Tersebar pada tiga wilayah, Kecamatan Madiun, Kecamatan Wonoasri, dan Kecamatan Balerejo.
Sedangkan kondisi air waduk yang menyusut itu dimanfaatkan warga setempat untuk mencari ikan, hingga membuka lahan pertanian.
Selain itu pengelola waduk juga melakukan program pengerukan sedimentasi tanah guna menambah volume tampungan air saat musim penghujan mendatang.
“Prediksi terisi kembali masuk musim penghujan, itu sekitar Oktober sampai November,” pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani