MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Petani tembakau di Kabupaten Madiun sedang bungah-bungahnya. Pasalnya, kualitas dan harga panen tahun ini membaik dibanding tahun lalu.
Hal itu diungkapkan Ketua APTK (Asosiasi Petani Tembakau Kasturi) Kabupaten Madiun Lilik Indarto. Dia mengatakan, harga panen tembakau kini Rp 30 ribu per kilogram di tingkat petani.
Peningkatan mutu dan harga panen tembakau tahun ini disebabkan oleh kemarau panjang. Cuaca panas membuat kualitas tembakau Madiun lebih baik dari sebelumnya.
"Harga daun bawah saat ini tembus Rp30 ribu per kilogram. Tidak menutup kemungkinan nanti bisa mencapai Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram,'' kata Lilik, dikutip dari ANTARA.
''Tahun lalu, daun atas saja bisa tembus Rp40 ribu sampai Rp55 ribu rupiah per kilogram," imbuh pria yang juga menjabat Kades Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, itu.
Di Bumi Kampung Pesilat, luas pertanian tembakau mencapai 220 hektare. Lokasinya tersebar di Kecamatan Pilangkenceng, Saradan, Mejayan, Balerejo, Gemarang, serta Kare.
Sementara di desa yang dipimpin Lilik, luas lahan pertanian tembakau mencapai 65 hektare dengan jumlah petani sebanyak 475 orang.
"Tahun ini hasil tembakau rajangan mencapai 1,9 ton sampai 2,1 ton per hektare. Beda dengan tahun lalu. Kemarau basah mengakibatkan produksi tanaman tembakau tidak bagus," sebutnya.
Perbaikan mutu tersebut berimbas positif. Tembakau yang baru dipanen dan dirajang sudah didatangi para tengkulak.
Alhasil, harga di tingkat petani kian kompetitif. Siapa menawar lebih tinggi, dapat hasil panen tembakau yang terbaik.
APTK berharap para petani dapat semakin produktif. Mengingat saat ini pemerintah telah memberi banyak dukungan.
Misalnya, dukungan program yang dibiayai dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
Adapun aturannya tahun ini, 50 persen DBHCHT diberikan ke petani. Sedangkan 25 persen untuk bidang kesehatan dan 25 persen sisanya untuk memerangi peredaran rokok ilegal.
Alokasi untuk petani tembakau dirupakan menjadi bantuan bibit, pupuk, maupun sarana yang mendukung produktivitas para petani. (antara/naz)
Editor : Mizan Ahsani