MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Lima tahun sudah Ahmad Dawami dan Hari Wuryanto dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Madiun periode 2018-2023.
Akhir masa jabatan, pasangan yang akrab disapa Kaji Mbing dan Hari Wur itu berakhir pada Minggu (24/9).
Bagi keduanya, tidak ada momen yang terlupakan selama menjabat. ‘’Semuanya berkesan,’’ ungkap Kaji Mbing.
Banyak rintangan yang harus dihadapi. Setelah penguatan Organisasi Perangkat Daerah di awal masa kepemimpinan, bencana banjir melanda Kabupaten Madiun pada 2019 lalu.
Sebanyak 35 desa di tujuh kecamatan terendam. Disusul musibah pandemi Covid-19 di 2020 yang pemulihannya butuh waktu dua tahun lamanya.
"Betapa berat kami lewati masa-masa itu. Akan tetapi dengan kebersamaan, akhirnya kami bisa melewati kesulitan itu," ujarnya, kepada Radar Madiun.
"Ini mengajarkan kami jika masalah sesulit apapun kalau dihadapi bersama insya Allah bisa dilewati dengan baik,’’ imbuh Kaji Mbing.
Segala upaya memimpin Kabupaten Madiun sudah dilakukan semaksimal mungkin. Pun dengan memberikan upaya yang terbaik.
Di akhir masa jabatan, Kaji Mbing dan Hari Wur sekadar meminta maaf.
‘’Kalau ada kekurangan, saya, pak wakil bupati dan keluarga mohon maaf. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik,’’ tegasnya. (odi/aan/*)
Momen Berkesan Ahmad Dawami dan Hari Wuryanto
2018
- Ahmad Dawami bersama Hari Wuryanto mewajibkan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat di Kabupaten Madiun untuk mengikuti pendidikan militer. Mereka nge-camp di Markas Marinir TNI Angkatan Laut di Surabaya, Jawa Timur selama beberapa hari. Itu dilakukan untuk membangkitkan jiwa korsa seluruh kepala OPD dan camat dalam membangun Bumi Kampung Pesilat.
- Kepala OPD dan camat juga diajak mendengar ceramah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam) Mahfud MD yang saat itu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dan mendengar siraman rohani dari Emha Ainun Nadjib dengan tujuan membentuk birokrasi pancasila.
2019
- Banjir merendam 35 desa di tujuh kecamatan Kabupaten Madiun 6 Maret lalu. Kaji Mbing sampai menetapkan status darurat bencana banjir. Penetapan status itu diberlakukan setelah bupati meninjau langsung ke sejumlah titik banjir.
- Ahmad Dawami bersama Hari Wuryanto memunculkan berbagai ikon Kabupaten Madiun. Mulai ikon kesenian dongkrek hingga kampung pesilat. Juga ikon wisata taman wisata watu rumpuk, waduk widas, hingga monumen kresek.
- Ahmad Dawami yang biasa disapa Kaji Mbing juga memberikan ADD 20 persen kepada desa untuk pembangunan infrastruktur, dan kegiatan pemberdayaan untuk peningkatan kemandirian.
2020
- Bersamaan munculnya virus Covid-19, Kaji Mbing dan Hari Wuryanto fokus penanganan pandemi. Yakni dengan menutup tempat wisata dan meminta isolasi warga secara mandiri, dua rumah sakit dan puskemas disiapkan untuk penanganan pasien Covid-19. Satgas pangan pun diaktifkan memastikan ketersediaan makanan untuk masyarakat yang menjalani isolasi. Kaji Mbing turun gunung membujuk warga yang menolak menjalani perawatan ke rumah sakit. Kaji Mbing juga kerap menggelar doa bersama dengan tim medis dan penanganan Covid-19.
2021
- Pasca ledakan kasus pandemi Covid-19, sejumlah intervensi dilakukan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah meningkatkan produktivitas pertanian yang minim terdampak pandemi dan menjadi sektor andalan Kabupaten Madiun. Presiden Joko Widodo sampai menjadikan porang sebagai komoditas ekspor andalan baru di tanah air usai mengunjungi pabrik pengolahan porang milik PT Asia Prima Konjac di Kabupaten Madiun, 19 Agustus 2021
2022
- Perekonomian kembali tumbuh setelah Kaji Mbing mulai membuka tempat wisata pasca pandemi Covid-19. Diikuti dengan pertumbuhan ekonomi di sektor UMKM. Dibuktikan dengan meningkatkan permohonan nomor induk berusaha (NIB) yang masuk dinas perdagangan, koperasi dan usaha mikro (Disperdagkop-UM). Setelah sebelumnya turun menjadi 2.287 permohonan, meningkat hingga dua kali lipat menyentuh 4.141 permohonan pada 2022.
2023
- Pembangunan infrastruktur digencarkan Kaji Mbing. Selain melanjutkan pembangunan Ibu Kota Caruban, empat jalur penghubung antar-kabupaten senilai Rp 19,4 miliar pun direvitalisasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Meliputi Ngujur-Ponorogo, Muneng-Kenongorejo, Kenongorejo-Dawuhan, dan Bulu-Bojonegoro. Berikutnya revitalisasi tiga jembatan lawas di Desa Candimulyo, Dolopo serta dua di Desa/Kecamatan Balerejo dengan total anggaran Rp 5,69 miliar.
- Kaji Mbing meresmikan 7.459 titik alat penerangan jalan (APJ) melalui skema kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Lantaran pioner, Kaji Mbing menerima penghargaan khusus dalam Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2023 dalam Inovasi Pembiayaan Alternatif KPBU untuk Penyediaan Infrastruktur.
- Memasuki akhir masa jabatan Kaji Mbing, 195 masyarakat menerima Surat Keputusan (SK) Biru program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dari Kementrian LHK. Olehnya, pengurusan SK menjadi sertifikat hak milik (SHM) difasilitasi secara gratis melibatkan Disperkim dan kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Dari pesetujuan pelepasan 72 hektare, baru 26,4 lahan yang dilepaskan bersamaan penerbitan SK Biru TORA. Sisanya, dilakukan secara bertahap.
Sumber : Radar Madiun