MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ada tradisi yang tidak pernah lekang oleh waktu di Dusun Sukorejo, Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari. Tepatnya saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Warga berebut uang koin yang disebar oleh garis keturunan leluhur desa setempat. Itulah tradisi yang masih digelar saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW saban tahun itu.
Antusias warga sangat luar biasa dalam melestarikan tradisi turun temurun itu. Suka cita terpancar jelas di wajah warga yang mengikuti rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau lazim disebut Grebeg Maulid.
"Senang sekali bisa menyemarakan tradisi Grebeg Maulid ini, bisa dapat jajan dan uang koin," kata Tri Wahyuni, warga setempat, kepada wartawan Radar Madiun, kemarin (28/9).
Tokoh masyarakat Desa Kedondong Sudarmoko menuturkan tradisi Grebeg Maulid ini sudah lama dilestarikan.
Berasal dari Keraton Pakubuwono atau sekarang Kota Solo, tradisi ini kemudian dibawa leluhurnya, Eyang Ali Muntohar alias Jayang Sari ke Desa Kedondong.
"Lambat laun warga meyakini dan melestarikan menjadi tradisi Grebeg Maulid hingga kini digelar setiap tahun," jelasnya.
Rangkaian acara diawali dengan kesenian gembrung Maulid Nabi Muhammad SAW. Dilanjutkan membagikan gunungan jajan dan sebar uang koin yang merupakan hasil sedekah keturunan dari Eyang Ali Muntohar.
"Setelah itu, ditutup dengan selamatan dan doa bersama," paparnya.
"Tujuan kegiatan ini untuk mendapat keberkahan Allah SWT dan syafaat Nabi Muhammad SAW," lanjut pria berusia 63 tahun itu.
Penyelenggara kegiatan merupakan masyarakat sekitar. Sementara untuk penyedia uang koin yang disebar bersumber dari para donatur dan keluarga besar Eyang Ali Muntohar yang ingin bersedekah.
Alasan memilih uang koin, karena disesuaikan kondisi zaman dahulu.
"Uang koin ini dari masing-masing warga yang hendak sedekah, total yang disebar setiap orang bisa mencapai jutaan," terangnya.
"Tradisi ini pasti dan wajib digelar, karena warga meyakini jika tidak digelar akan mendatangkan wabah atau sulit mendapat rezeki," tutup Sudarmoko. (ryu/aan)
Editor : Budhi Prasetya