MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Biasanya karakter Ultraman ditonton di layar kaca. Dengan gagahnya dia melawan para musuh yang mengancam umat manusia.
Namun beberapa waktu belakangan, Ultraman bisa dijumpai langsung di pinggiran jalan seputaran Alun-Alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun.
Istifar Indra Permana merupakan sosok di balik kostum Ultraman itu. Tidak memerangi musuh, Indra malah berjualan kopi seduh.
Dengan berkostum super hero Ultraman, Indra mengendarai sepeda motor dengan box kopi di bagian belakang kendaraannya.
Tiba di lokasi yang dituju, pemuda itu langsung menyiapkan barang jualannya, berupa kopi seduh.
“Ini saya sedang berjualan kopi dengan kostum Ultraman,” kata Istifar Indra Permana, pemuda dibalik kostum superhero asal Jepang tersebut.
Aksi nekat pemuda berusia 23 tahun menggunakan kostum karakter saat berjualan kopi seduh keliling bukan tanpa sebab.
Dia mengaku memiliki sifat pemalu saat berhadapan langsung dengan banyak orang. Padahal, saat berjualan dia dituntut harus berhadapan dengan para pembeli kopinya.
“Kalau jualan biasa saya malu, jadi pakai kostum, tertutup tidak kelihatan wajahnya,” ungkapnya.
“Alhamdulillah, ternyata banyak yang tertarik dan membeli kopi saya,” lanjut pemuda asal Desa Sumbergandu, Pilangkenceng tersebut.
Hampir satu bulan ini Indra melakoni pekerjaan sebagai penjual kopi Ultraman. Dia menjajakan minuman seduhnya di Alun-Alun Reksogati.
Tepatnya setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Sedangkan waktu jualannya, dari selepas Mahgrib hingga sekitar pukul 22.00.
Hari lainnya, Indra memilih berjualan keliling di area Ibu Kota Caruban. “Selain weekend, saya biasanya keliling, kalau tidak buat konten untuk YouTube dan sosmed,” ucapnya.
Untuk menggunakan kostum Ultraman itu, dia harus merogoh kocek yang cukup dalam. Sebab harga kostum tersebut mencapai Rp 1,2 juta.
Namun pengorbanannya itu tidak sia-sia, banyak yang tertarik dengan penampilan uniknya. Pembeli pun rela antre untuk mendapatkan kopi seduh seharga Rp 5 ribu per gelar.
Dalam sehari, dia bisa meraup omzet Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu.
“Modal keseluruhan Rp 2,5 juta, boxnya saya bawa pulang pergi dengan motor ini,” ujarnya. “Kalau siang saya kerja di tempat cuci motor daerah Kota Madiun,” tutup Indra. (mg1/aan)
Editor : Mizan Ahsani