MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pendaftaran seleksi CPNS dan PPPK memasuki hari terakhir, Senin (9/10), sesuai jadwal resmi BKN.
Di hari terakhir ini, di RSUD Dolopo Madiun ada formasi PPPK nakes alias tenaga kesehatan yang bisa didaftar para calon pelamar.
Pemkab Madiun membuka 266 formasi PPPK nakes. 62 formasi di antaranya ada di SUD Dolopo.
‘’Sudah sesuai dengan ploting BKPSDM,’’ ungkap Kasubag Umum RSUD Dolopo Heru Dwi Iskandar.
Menurut Heru, ploting nakes yang diterima RSUD Dolopo didasarkan analisis jabatan instansinya.
Sayangnya, berapa kebutuhan pegawai yang disetorkan ke BKPSDM belum dikantonginya. ‘’Ada di bagian ketenagakerjaan,’’ imbuhnya.
Pihaknya tidak menampik jika kebutuhan pegawai di RSUD Dolopo tinggi.
Itu menyusul banyaknya pegawai yang masih berstatus tenaga perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).
Kesempatan rekrutmen PPPK sebisa mungkin dimaksimalkan untuk pengisian pegawai.
‘’Salah satunya juga penambahan layanan bersamaan pembangunan sejumlah gedung rumah sakit,’’ tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, RSUD Dolopo berencana membangun empat faskes.
Yakni, gedung rawat inap penyakit dalam dengan anggaran Rp 9,2 miliar, rawat inap bedah dan ortopedi (Rp 8,6 miliar).
Juga rawat inap anak (Rp 9,2 miliar), dan rawat jalan (Rp 6,8 miliar).
Alokasi anggaran pembangunan empat faskes itu bersumber dari BLUD setempat dan dana alokasi umum (DAU). (odi/aan)
Formasi PPPK RSUD Dolopo
- Perawat 32 formasi
- Bidan 12 formasi
- Pranata Laboratorium 9 formasi
- Dokter 2 formasi
- Fisioterapis 2 formasi
- Asisten Apoteker 2 formasi
- Nutrisionis 1 formasi
- Radiografer 1 formasi
- Teknisi Elektromedis 1 formasi