Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ternyata, 2.400 Warga Madiun Didiagnosa Depresi

Mizan Ahsani • Kamis, 12 Oktober 2023 | 19:00 WIB

 

Ilustrasi gangguan kejiwaan (DOKUMEN RADAR MADIUN)
Ilustrasi gangguan kejiwaan (DOKUMEN RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Persoalan ekonomi dan asmara masih menjadi penyebab utama depresi dan penyakit gangguan jiwa lain.

Hal ini terungkap saat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun membeber angka orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di daerah setempat.

Saat ini jumlah ODGJ dengan kategori berat mencapai 1.306 penderita.

‘’Kalau kategori ringan sebanyak 2.400 orang. Faktor ekonomi, masalah sosial, keluarga dan asmara masih mendominasi penyebab gangguan kejiwaan,’’ ujar Kepala Sub Koordinator  Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinkes Kabupaten Madiun Ahmad Yunta.

Ribuan angka ODGJ itu merupakan hasil identifikasi melalui laporan puskesmas yang tersebar di Kabupaten Madiun.

ODGJ berat adalah penderita skizofrenia dan psikosis akut. Sedangkan, ODGJ ringan biasanya karena depresi.

Identifikasi tersebut sesuai hasil diagnosa saat kali pertama diperiksa. Banyak penderita berasal dari wilayah Kecamatan Geger.

‘’Sebenarnya hampir merata. Cuma Geger memang lebih banyak,’’ tambahnya.

Terkait penanganan ODGJ, menurutnya Dinkes menggandeng puskesmas.

Saat pasien tidak mau kontrol, biasanya petugas puskesmas jemput bola mengunjungi rumah penderita ODGJ untuk melakukan pemeriksaan dan pemberian obat.

‘’Nantinya dibantu  kader-kader kesehatan jiwa, TKJM, Desa Siaga Sehat Jiwa dan Posbindu,’’ bebernya.

Pemberian obat perlu intens dilakukan. Langkah itu untuk menjaga kondisi kejiwaan ODGJ stabil.

Jika sampai mengamuk atau menimbulkan gangguan masyarakat, ODGJ tersebut selanjutnya dibawa ke RS Jiwa dibantu Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Mereka biasanya dibawa ke RSUD Caruban. ‘’Ada layanan poli jiwa yang sudah canggih,’’ bebernya. (odi/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#depresi #madiun #gangguan jiwa