Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ketularan Ayah, Antonius Fransiscus Wijaya Kusuma Kini Jadi Kolektor Tanaman Hias

Mizan Ahsani • Rabu, 22 November 2023 | 02:00 WIB
ULET: Antonius Fransiscus Wijaya Kusuma saat menunjukkan salah satu koleksi tanaman bonsainya di rumahnya yang ada di Desa Mojopurno, Wungu. (ANTONIUS FRANSISCUS WIJAYA)
ULET: Antonius Fransiscus Wijaya Kusuma saat menunjukkan salah satu koleksi tanaman bonsainya di rumahnya yang ada di Desa Mojopurno, Wungu. (ANTONIUS FRANSISCUS WIJAYA)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Antonius Fransiscus Wijaya Kusuma bertangan dingin. Warga Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu ini dengan telaten merawat beragam tanaman hias, salah satunya bonsai.

Dari keuletannya tersebut, dia kini memiliki ratusan koleksi. Bahkan, ada bonsai koleksinya yang telah berusia 40 tahun.

Kesan adem dan asri terlihat saat wartawan koran ini bertandang ke rumah Antonius Fransiscus Wijaya Kusuma.

Berbagai ukuran tanaman hias, seperti bonsai terjajar rapi di rumah yang berada di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Kenyamanan semakin terasa dari bunyi percikan air yang bersumber dari sejumlah akuarium di rumah itu.

‘’Di rumah ini kebanyakan kesukaan saya, ada juga yang untuk dijual setelah pembibitan di kios saya di Demangan,” ujarnya.

Buah jatuh tak jauh dari pohon. Peribahasa itu patur disematkan untuk Anton-panggilan akrab Antonius Fransiscus Wijaya Kusuma.

Dia mengaku tertarik menekuni hobi koleksi tanaman hias setelah mengikuti jejak sang ayah yang juga memiliki ketertarikan yang sama.

Tidak hanya flora, Anton dan adik-adiknya pun turut menyukai dunia ikan hias hingga reptil.

“Akhirnya suka searching sendiri tentang tanaman hias dan kadang saling berbagi ilmu dengan sesama penghobi tanaman hias,” ungkapnya.

“Awal budidaya dari tanaman anthurium dan andhium, yang hits pada 2000-an,” imbuh bapak dua anak tersebut.

Anton juga kerap terjun langsung ke hutan atau alam liar untuk mencari tanaman yang diinginkannya.

Dia mengambil di hutan tidak seluruhnya, namun hanya satu dua batang beserta akarnya. Kemudian dikembangbiakkan sendiri.

“Kalau bonsai umur 40 tahun ini awalnya pohon milik kakek saya. Kemudian saya potong ukuran kecil lalu dijadikan bonsai,” terangnya.

Menurut Anton, hal utama dalam merawat tanaman hias adalah ketulusan dan cinta. Salah satunya dengan menganggap tanaman tersebut bagian dari hidup.

Jadi, tidak hanya diberi pupuk dan air atau media tanam. Tetapi juga mengajak komunikasi.

Secara psikologis itu akan membuat pikiran dan hatinya lebih tenang dan menghilangkan stres setelah bekerja.

“Sejauh ini untuk tanaman ada ratusan jenis, kalau ikan hias dan reptil masih puluhan ekor,” lanjut pecinta philodendron tersebut.

Selain mengoleksi, Anton juga menjual tanaman hias koleksinya maupun yang sengaja dikembangkannya.

Tanaman tersebut dibandrol paling murah Rp 35 ribu hingga Rp 700 ribu per pot tergantung jenis tanaman dan kelangkaannya serta bagaimana perawatannya.

“Tidak semua koleksi saya jual. Seperti bonsai 40 tahun itu pernah ditawar Rp 8 juta, namun tidak saya beri karena ada history tersendiri yang itu tidak ternilai harganya,” pungkasnya. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#tanaman hias #madiun #Bonsai