Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Dinkes Madiun Gerak Cepat Salurkan DID Rp 980 Juta, Ini Prioritasnya

Mizan Ahsani • Minggu, 26 November 2023 | 03:00 WIB

 

Ilustrasi anggaran pilkada (DOKUMEN RADAR MADIUN)
Ilustrasi anggaran pilkada (DOKUMEN RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan stunting menjadi program prioritas Pemkab Madiun. Anggaran Rp 980 juta yang bersumber dari dana insentif daerah (DID) digunakan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk pemberian Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK).

‘’Bantuannya berupa pemberian PKMK ke bayi di bawah dua tahun (baduta) dan susu untuk ibu hamil kurang energi kronis (KEK),’’ ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Madiun Agung Tri Widodo, kemarin.

Dipilihnya baduta sebagai penerima program bukan tanpa alasan. Menurutnya, baduta berada di usia emas perkembangan anak.

Asupan gizi dan nutrisi yang cukup ampuh menghindarkan dari kondisi stunting. Sedangkan ibu hamil KEK perlu asupan gizi dan nutrisi cukup untuk mengurangi risiko kelahiran anak dengan kondisi stunting.

‘’Bantuan total diberikan pada 305 baduta dan 106 ibu hamil KEK,’’ bebernya.

Bantuan susu bakal diberikan selama tiga bulan, mulai November ini. Agung pun berharap, pemberian bantuan diikuti dengan meningkatnya pengawasan tenaga kesehatan seperti kader posyandu dan masyarakat.

Utamanya terhadap perilaku keluarga dengan buah hati stunting juga pemberian makanan sehat.  ‘’Supaya stunting tidak bertambah,’’ imbuhnya.

Sebelumnya Dinkes sudah mengalokasikan bantuan Rp 5 miliar dari Kemenkes untuk pemberian makanan tambahan (PMT) lokal anak di 206 desa dan kelurahan yang tersebar 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun.

‘’Alokasi dana Dinkes dari DAU sekitar Rp 90 juta juga pernah kami salurkan untuk delapan kelurahan yang tidak mendapatkan alokasi dari DD maupun ADD,’’ tuturnya. (odi/aan)

PKMK Dinkes

 

Editor : Mizan Ahsani
#dinkes #kesehatan #Dana Insentif Daerah #DID #madiun