MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Triyono harus melupakan sementara kampung halamannya di Desa Kepel, Kecamatan Kare.
Bersama anak dan istri, peserta program transmigrasi asal Kabupaten Madiun itu bertolak ke Kabupaten Bengkulu Selatan. Tepatnya di Desa Kampar, Kecamatan Kedureng untuk mengadu nasib.
‘’Rombongan berangkat 21 November lalu,’’ ungkap Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kabupaten Madiun Hengki Sukarno.
Rombongan tersebut tidak langsung diterbangkan ke lokasi transmigrasi. Mereka lebih dulu diinapkan di Asrama Transit Trasmingrasi Disnakertrans Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk mengikuti pelepasan transmigran.
Sesuai jadwal, pemberangkatan ke Kabupaten Bangkulu Selatan baru hari ini (24/11). ‘’Besok pagi pukul 03.00 menuju bandara Juanda ke UPT Batu kampar, Kedurang, Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu,’’ bebernya.
Selain diberikan pelatihan keterampilan oleh Pemkab Madiun dan Pemprov Jatim, Triyono tidak dilepas begitu saja.
Transmigran Kabupaten Madiun itu diberikan tempat tinggal dan lahan seluas 1,6 hektare. Meliputi 0,25 hektare lahan pekarangan dan 1,35 hektare lahan usaha.
Sambil adaptasi, kebutuhan pangan pun diberikan selama satu tahun yang diberikan setiap bulannya. ‘’Tiga hari datang juga diberikan makanan,’’ tambahnya.
Pemkab Madiun bakal intens melakukan monitoring terhadap kondisi Triyono di lokasi transmigrasi.
Dengan fasilitas yang diberikan, Hengky pun berharap Triyono dan keluarganya itu bisa beradaptasi. Pun meningkat taraf hidupnya. ‘’Kami akan berikan motivasi dan arahan agar bisa sukses,’’ tuturnya. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani