Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

E-Link Antarkan Pemkab Madiun Raih Top Inovasi Pelayanan Umum Kovablik Jatim

Mizan Ahsani • Selasa, 28 November 2023 | 19:00 WIB
INOVATIF: Wagub Jatim Emil Dardak dan Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB Diah Natalisa menyerahkan penghargaan kepada Pj Bupati Madiun Tontro Pahlawanto. (DISKOMINFO KOTA MADIUN)
INOVATIF: Wagub Jatim Emil Dardak dan Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB Diah Natalisa menyerahkan penghargaan kepada Pj Bupati Madiun Tontro Pahlawanto. (DISKOMINFO KOTA MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Inovasi E-Link Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mengantarkan pemkab setempat meraih penghargaan Top Inovasi Pelayanan Umum dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jatim 2023 untuk kategori umum.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elistianto Dardak kepada Pj Bupati Madiun Tontro Pahlawanto.

Tepatnya saat pembukaan Pameran Inovasi Pelayanan Publik dan Jatim Bureaucracy Fest 2023 serta Penganugerahan Penghargaan Top Inovasi Terpuji Kovablik, Reformasi Birokrasi, SAKIP, Layak Berpredikat WBK, dan Budaya Kerja CETTAR yang digelar di Kota Batu, Kamis (23/11) lalu.

‘’Penghargaan inovasi yang kami terima ini dalam rangka percepatan pelayanan pasien di lingkup kesehatan. Keberhasilan ini berkat upaya teman-teman Dinkes yang secara bersama-sama memberikan pelayanan terbaik. Khususnya di tingkat puskesmas,’’ ungkap Pj Bupati Tontro.

Melalui inovasi E-Link itu, pasien tidak harus datang ke puskesmas untuk mendaftar. Mereka bisa mendaftarkan pelayanan dari rumah. Itu pun bisa dipantau secara realtime, khususnya untuk mengetahui kapan pasien akan diterima.

Dengan begitu, pertemuan dengan dokter atau penerimaan resep dan obat-obatan bisa dilakukan lebih cepat. ‘’Tentu ke depan akan ada perubahan-perubahan. Tidak hanya perluasan tingkat puskesmas, melainkan diintegrasikan juga di rumah sakit,’’ tuturnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Madiun Agung Tri Widodo menyebut munculnya aplikasi E-Link dilatarbelakangi banyaknya kendala pelaporan pencatatan data di puskesmas bagi pasien yang terdaftar BPJS maupun umum.

Aplikasi yang dikembangkan BPJS terbatas untuk peserta. Sedangkan pencatatan, pelaporan, hingga pelayanan puskesmas untuk peresepan obat pasien umum masih dilakukan secara manual. ‘’Akhirnya kami ciptakan aplikasi E-Link pada 2017 lalu,’’ imbuhnya.

KERJA SAMA: Pj Bupati Madiun Tontro Pahlawanto bersama Kadinkes Agung Tri Widodo dan jajarannya menujukkan penghargaan buah inovasi aplikasi E-Link ciptaannya. (DISKOMINFO MADIUN)
KERJA SAMA: Pj Bupati Madiun Tontro Pahlawanto bersama Kadinkes Agung Tri Widodo dan jajarannya menujukkan penghargaan buah inovasi aplikasi E-Link ciptaannya. (DISKOMINFO MADIUN)

Anggaran Rp 72 juta digunakan untuk pembuatan piranti lunak, platform intranet, dan internet, hingga mengintegrasikan data BPJS dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Biaya perawatannya dianggarakan melalui APBD maupun BLUD di masing-masing puskesmas.

Bermodalkan 13 tim teknis yang ada, sejak 2018 lalu sebanyak 26 puskesmas se-Kabupaten Madiun sudah menerapkan aplikasi tersebut. Pasien umum maupun peserta BPJS pun tercatat dalam satu aplikasi, E-link.

‘’Dinkes bersama puskesmas, dan Diskominfo selalu berkolaborasi membawas permasalahan dan pengembangan E-Link,’’ bebernya.

Berkat E-Link, pelayanan di puskesmas lebih cepat dan modern. Pasien tidak perlu antre di loket melainkan bisa secara online di website Dinkes, https://dinkes.madiunkab.go.id/.

Pengolahan dan pemilhan data berdasarkan jenis kelamin, wilayah layanan, jenis penyakit, usia hingga kepesertaan BPJS lebih mudah. Berikutnya, masa berlaku kartu BPJS bisa diakses langsung. ‘’Yang paling penting tidak terjadi lagi selisih data BPJS dan puskesmas,’’ tegasnya.

Meski bukan yang pertama, banyak daerah yang mengadopsi aplikasi E-link berkat berbagai kelebihannya itu.

Antara lain Kota Madiun dengan nama SISBRO, Kabupaten Nganjuk (SMILE), Trenggalek dan Pacitan (E-Link). Diakuinya, akses integrasi antar sistem dan operasionalisasi aplikasi E-Link mudah.

Berikutnya, mudah direplikasi dan dikembangkan sesuai kebutuhan, fitur sederhana, mudah dioperasikan, biaya perawatan yang murah, up to date, dan telah terintegrasi dengan berbagai sistem lain seperti BPJS dan Center View Dinkes Provinsi Jatim.

‘’Berdasarkan pengalaman instasi yang melakukan studi tiru E-Link disebut Hebat. Yaitu Handal, Enjoy, Berintegrasi, dan Up To Date,’’ imbuhnya.

Selain penyerahan penghargaan, Emil Dardak dan Diah Natalisa selaku Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) turut membuka dan mengunjungi Pameran Inovasi Pelayanan Publik dan Jatim Bureaucracy Fest 2023.

Pemeran tersebut menampilkan 135 stan dari Kemenpan-RB, Ombudsman, 33 OPD, 6 RSUD di Jatim, 3 RS Khusus Jatim, 25 pemkot dan pemkab, 3 BUMD, 8 stan umum dan TNI-Polri. (odi/aan/*)

Manfaat E-Link

Daerah yang Mengadopsi E-Link

Editor : Mizan Ahsani
#dinkes #kovablik #emil elistianto dardak #pj bupati #aplikasi #madiun #inovasi #tontro