Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Perbaikan Kantor Puspem Madiun dan RSUD Caruban yang Rusak Diterjang Puting Beliung Tunggu Proses Inventarisasi

Mizan Ahsani • Minggu, 3 Desember 2023 | 01:30 WIB
ROBOH: Atap gedung pusat pemerintahan Kabupaten Madiun di Caruban dan RSUD Caruban roboh akibat angin kencang disertai hujan lebat, Kamis (30/11) sore. (R. BAGUS RAHADI/RADAR CARUBAN)
ROBOH: Atap gedung pusat pemerintahan Kabupaten Madiun di Caruban dan RSUD Caruban roboh akibat angin kencang disertai hujan lebat, Kamis (30/11) sore. (R. BAGUS RAHADI/RADAR CARUBAN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabupaten Madiun diguncang bencana angin puting beliung tiga kali dalam sebulan.

Terbaru, Kamis (30/11) lalu, angin kencang disertai hujan menerjang wilayah Kecamatan Mejayan dan sekitarnya.

Selain rumah warga, perkantoran di pusat pemerintahan (puspem) dan RSUD Caruban turut terdampak. Angin menyebabkan atap gedung rusak parah dan roboh. 

Kabag Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Eryk Sanjaya mengatakan hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan sebagian atap perkantoran di puspem tersingkap dan terbang.

Akibatnya, air hujan masuk ke dalam dan membuat plafon di beberapa ruangan ambrol. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.

"Ada empat ruang yang atapnya roboh, di ruang asisten pemerintahan, bagian pemerintahan, staf ahli, dan administrasi pembangunan," ungkapnya, kemarin (1/12).

Melihat kondisi kerusakan cukup parah, selama belum ada pembenahan aktivitas kerja pelayanan di puspem akan dialihkan ke ruangan lain yang aman dari hujan.

Para ASN pun berinisiatif melakukan kerja bakti membersihkan ruangan yang basah oleh air hujan dan sisa dampak angin kencang.

"Kerugian materil masih dalam perhitungan, untuk perbaikan akan kami koordinasikan dengan OPD (organisasi perangkat daerah, red) terkait," ujarnya.

Selain berdampak di gedung perkantoran, angin kencang dan hujan lebat itu juga berimbas pada sejumlah gedung di RSUD Caruban.

Seperti pada teras ruangan hemodialisa yang atapnya rusak setelah tertimpa batang pohon yang tumbang.

Tak hanya itu, batang pohon yang patah juga menimpa sebagian atap pada ruang instalasi gizi sehingga membuat atap roboh.

Kerusakan tersebut tidak menganggu pelayanan.

"Di parkiran itu juga kemarin pohon tumbang menimpa dua mobil karyawan, estimasi kerugian materil Rp 20 juta," ujar Direktur RSUD Caruban drg Farid Amirudin. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#RSUD Caruban #hujan #angin kencang #madiun #puting beliung #puspem